TP-PKK Kedungwaringin Raih Juara 1 Lomba PAAREDI Tingkat Kabupaten Bekasi 2026
UMUM
Sep 4, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 98 Kali
JUARA : Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Kedungwaringin berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Program Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2026. foto : Refky Maulana
KEDUNGWARINGIN - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Kedungwaringin berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Program Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2026.
TP-PKK Kecamatan Kedungwaringin dengan no urut 9 ini, menduduki posisi pertama dengan total nilai mencapai 2178.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kedungwaringin, Wiwi Sulastri, mengatakan prestasi ini menjadi kebanggaan sekaligus buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan terhadap kader PKK desa dan pengurus Pokja 1 Kecamatan Kedungwaringin.
Ia menambahkan persiapan mengikuti lomba dilakukan melalui tahapan yang sistematis, mulai dari pembinaan kader, pelaksanaan program, penguatan inovasi hingga penilaian internal. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh program dapat berjalan secara optimal.
“Kami merasa bangga, bersyukur dan haru karena berhasil meraih juara pertama dari 23 kecamatan yang mengikuti lomba. Ini bukan sesuatu yang mudah, tetapi merupakan buah dari perjuangan dan pembinaan yang dilakukan bersama,” ujar Plt Sekcam Kedungwaringin pada Jumat, (04/09/2026).
Menurutnya, salah satu aspek utama yang menjadi penilaian dewan juri adalah inovasi, yang mendapatkan. Kecamatan Kedungwaringin mengembangkan 6 strategi PAAREDI menjadi inovasi lokal yang spesifik dan solutif sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Enam strategi tersebut meliputi KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera), KILAS (Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual), KRISAN (Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba), KIAT (Keluarga Indonesia Anti-Trafficking), PKBN (Pembinaan Kesadaran Bela Negara), dan KISAK (Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan).
Selain itu, ia menyampaikan Pemerintah Kecamatan Kedungwaringin berkomitmen membekali keluarga agar mampu menghadapi perkembangan era digital, khususnya dalam membangun karakter anak dan memperkuat peran orang tua dalam pengasuhan.
Meski demikian, Wiwi mengakui, dalam menjalankan program berbasis teknologi digital di wilayah Kecamatan Kedungwaringin, seperti tata kelola desa berbasis data layanan publik melalui program Smart Village dan Prediksi Kantin Mas masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan.
“Berdasarkan analisis terhadap kondisi digitalisasi dan pengabdian masyarakat di wilayah Kedungwaringin, tantangan yang kami hadapi antara lain jaringan internet yang belum merata, keterbatasan kuota, serta keterbatasan perangkat. Hal ini menjadi tantangan yang perlu terus kita atasi agar pemanfaatan teknologi digital dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat maupun instansi,” ungkapnya.
Menurutnya, desa juga memiliki peran strategis karena menjadi unit pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Penguatan kapasitas desa melalui pemanfaatan teknologi dan pengelolaan layanan berbasis data menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan wilayah.
Ia juga menekankan pentingnya media sosial sebagai salah satu sumber informasi utama masyarakat di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan berbagai dampak positif dan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi secara cepat dan luas.
“Dampak positifnya antara lain munculnya nilai dan norma baru yang lebih sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Contohnya meningkatnya efisiensi kerja, berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, serta terciptanya tatanan kehidupan yang lebih modern,” jelasnya.
Wiwi berharap pengembangan program PAAREDI PKK Kecamatan Kedungwaringin tidak hanya berhenti pada capaian dalam perlombaan saja, tetapi harus terus dikembangkan pada keberlanjutan agar memberikan manfaat yang lebih luas untuk masyarakat.
“Harapan dan rencana pengembangan ke depan harus berfokus pada keberlanjutan (Sustainbility), replikasi dan digitalisasi agar inovasi atau prestasi tersebut membawa dampak nyata jangka panjang bagi masyarakat dan instansi” harapnya.
Reporter : Refki Maulana
Editor : Fuad Fauzi