Jumat, 04 September 2026

GAMKI Kabupaten Bekasi : Keberagaman Harus Jadi Kekuatan Bangun Persatuan

UMUM   Sep 2, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 246 Kali


id13587_Compress_20260902_214042_2607.jpg
HARMONISASI: Ketua DPC GAMKI Kabupaten Bekasi, Amy Oktavia (jas biru) bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Bekasi, Drs. H. Hudaya, serta sejumlah tokoh lintas agama dan organisasi pada acara konser harmoni Nusantara bertajuk “You Are The Light — Kamu Adalah Terang di Distrik 1 Meikarta, desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan pada Sabtu (29/08/20260) malam.

CIKARANG SELATAN – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Bekasi mendorong keberagaman masyarakat menjadi kekuatan dalam membangun persatuan dan kerukunan di daerah. Keberagaman agama, budaya dan latar belakang masyarakat dinilai harus dirawat melalui ruang interaksi yang terbuka, khususnya di kalangan generasi muda.

Ketua DPC GAMKI Kabupaten Bekasi, Amy Oktavia, mengatakan Kabupaten Bekasi memiliki masyarakat yang sangat beragam sehingga diperlukan komitmen bersama untuk menjaga hubungan antarumat beragama tetap harmonis. Menurutnya, perbedaan tidak seharusnya menjadi sumber jarak, melainkan menjadi bagian dari kekuatan sosial masyarakat.

“Bagi kami di GAMKI, keberagaman bukan sesuatu yang harus dipertentangkan melainkan harus jadi kekuatan persatun. Dan perbedaan itu merupakan kekayaan yang harus kita jaga bersama. Kita ingin generasi muda memahami bahwa berbeda keyakinan bukan berarti berbeda dalam membangun persaudaraan,” kata Amy saat ditemui di Cikarang Selatan, Rabu (02/09/2026).

Ia menilai, menjaga keberagaman membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah atau tokoh agama, tetapi juga membutuhkan peran organisasi kepemudaan untuk membangun komunikasi dan memperkuat rasa saling menghormati.

“Anak muda memiliki posisi yang sangat penting. Mereka adalah generasi yang akan meneruskan kehidupan masyarakat Kabupaten Bekasi. Karena itu, nilai toleransi, penghormatan terhadap perbedaan dan semangat persaudaraan harus terus ditanamkan,” ujarnya.

GAMKI Kabupaten Bekasi, lanjut Amy, berkomitmen menjadikan organisasi sebagai ruang bagi generasi muda untuk belajar membangun dialog dan bekerja sama dengan kelompok masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda. Pendekatan tersebut dinilai penting agar keberagaman tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi praktik dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, interaksi lintas agama dan lintas kelompok dapat mengurangi prasangka yang muncul karena kurangnya komunikasi. Ketika masyarakat memiliki kesempatan untuk saling mengenal, perbedaan keyakinan tidak lagi dipandang sebagai penghalang dalam membangun hubungan sosial.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa saling mengenal. Kalau kita sudah saling mengenal, kita akan lebih mudah memahami perbedaan dan menghormati keyakinan masing-masing. Dari sana akan tumbuh kepercayaan dan persaudaraan,” jelas Amy.

GAMKI juga memandang isu keberagaman memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan Kabupaten Bekasi. Sebagai daerah dengan masyarakat yang heterogen, stabilitas sosial dan kerukunan menjadi modal penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman serta mendukung aktivitas ekonomi dan pembangunan.

“Kerukunan itu bukan berarti semua orang harus sama. Kerukunan justru berarti kita mampu hidup berdampingan dalam perbedaan. Ini yang harus terus kita rawat di Kabupaten Bekasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, GAMKI Kabupaten Bekasi terbuka untuk membangun kolaborasi dengan organisasi kepemudaan, komunitas, tokoh agama dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperbanyak ruang perjumpaan yang mempertemukan generasi muda dari berbagai latar belakang.

“GAMKI ingin menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan di Kabupaten Bekasi. Kami siap membangun kolaborasi dengan siapa pun yang memiliki semangat yang sama untuk menjaga toleransi dan keberagaman, pada akhirnya kita semua hidup dalam satu masyarakat. Kita mungkin berbeda dalam keyakinan, tetapi kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kedamaian dan membangun Kabupaten Bekasi menjadi tempat yang nyaman bagi semua,” pungkasnya. (*)

Reporter : Tata Jaelani

Editor : Yus Ismail

Berita Lainnya

GAMKI Kabupaten Bekasi : Keberagaman Harus Jadi Kekuatan Bangun Persatuan
UMUM   Sep 2, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Apresiasi Lima Perusahaan Rehabilitasi Lahan Eks Bangli
UMUM   Aug 28, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Cegah Kembali Bangli, Pemkab Bekasi Tanam 100 Pohon di Eks Lahan Penertiban Kalimalang
UMUM   Aug 28, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Hadir di Ponpes At-Taqwa, Menag RI Soroti Keteladanan Rasulullah dan Sejarah Perjuangan Bekasi
UMUM   Aug 25, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Normalisasi Saluran Air di Sukamulya, Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan
UMUM   Aug 24, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik