Cegah Kembali Bangli, Pemkab Bekasi Tanam 100 Pohon di Eks Lahan Penertiban Kalimalang
UMUM
Aug 28, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 141 Kali
TANAM POHON : Sebanyak 100 pohon ditanam di sepanjang Jalan Inspeksi Kalimalang sebagai tindak lanjut pasca penertiban bangunan liar (bangli) sekaligus upaya mengembalikan fungsi lahan menjadi ruang terbuka hijau yang bermanfaat bagi masyarakat. Foto : Andi Imanudin
CIKARANG BARAT - Sebanyak 100 pohon ditanam di sepanjang Jalan Inspeksi Kalimalang sebagai tindak lanjut pasca penertiban bangunan liar (bangli) sekaligus upaya mengembalikan fungsi lahan menjadi ruang terbuka hijau yang bermanfaat bagi masyarakat.
Aksi penanaman pohon tersebut diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama sejumlah perusahaan, komunitas lingkungan, dan elemen masyarakat di Jl. Inspeksi Kalimalang, Desa Gandasari, Kecamatan Cikarang Barat pada Jumat, (28/08/2026). Kegiatan ini juga sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari jadi Kabupaten Bekasi ke-76 dan HUT RI ke-81.
Asisten Administrasi Umum (Asda III) Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, Iis Sandra Yanti, mengatakan penanaman pohon pasca penertiban Bangli merupakan langkah penting. Menurutnya, lahan yang telah ditertibkan tidak cukup hanya dibersihkan dan dikosongkan, tetapi harus dikembalikan fungsinya agar memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Tentunya kegiatan penanaman pohon ini sangat positif untuk meningkatkan penghijauan di Kabupaten Bekasi. Sebagai wilayah industri yang luas, penghijauan diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman supaya bisa dinikmati oleh masyarakat sekaligus membantu mengurangi pencemaran dan meningkatkan kualitas udara di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Iis menambahkan bahwa lahan pasca penertiban yang sebelumnya gersang, diharapkan akan bertransformasi menjadi ruang hijau yang menyejukkan. Menurutnya aksi ini juga berperan penting dalam mendukung program pengendalian pencemaran udara, konservasi air tanah, serta mitigasi perubahan iklim.
“Saya berharap langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan memberikan dampak besar di masa mendatang,” tambahnya.
Selain itu, Iis mengajak seluruh pihak menjadikan aksi penanaman pohon ini sebagai gerakan bersama untuk memperluas ruang terbuka hijau, meningkatkan kualitas lingkungan, dan mewujudkan Kabupaten Bekasi yang maju tanpa meninggalkan keberlanjutan lingkungan.
“Saya berpesan agar pohon yang kita tanam hari ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, harus ada pemeliharaan dan pengawasan secara berkelanjutan. Karena keberhasilan penghijauan bukan hanya diukur dari berapa banyak jumlah pohon yang kita tanam, tetapi dari berapa banyak pohon yang tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, menjelaskan program penanaman pohon ini secara khusus dilakukan untuk mencegah munculnya kembali bangunan liar di lahan yang telah ditertibkan.
Ia mengatakan, berdasarkan laporan, sebelum dilakukan penertiban, kawasan tersebut dulunya terdapat sejumlah warung remang-remang. Setelah dilakukan penertiban bersama Satpol PP Kabupaten Bekasi, DLH langsung menindaklanjutinya dengan program penghijauan agar lahan tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas yang tidak sesuai peruntukannya.
Syafri menegaskan, kegiatan penanaman pohon tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi atau 0 APBD. Seluruh kebutuhan kegiatan, mulai dari bibit pohon, pupuk hingga dukungan perawatan dan penyiraman, berasal dari kontribusi dunia usaha.
“Bahwa kegiatan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan APBD. Seluruhnya merupakan swadaya yang diinisiasi DLH, dengan dukungan perusahaan berupa bibit pohon, pupuk, hingga perawatan dan penyiraman. Kami hanya menginisiasi dan mengkoordinir saja,” tegasnya.
Lebih lanjut, Donny menyebutkan bahwa kegiatan penanaman pohon di Jalan Inspeksi Kalimalang ini merupakan kegiatan yang ketiga dalam lima bulan terakhir. Sebelumnya, DLH Kabupaten Bekasi telah menanam 585 pohon di sepanjang 1,3 kilometer bantaran sungai di wilayah Cikarang Utara dan 150 pohon di Desa Sumberjaya.
Dengan tambahan 100 pohon di Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Gandasari, Kecamatan Cikarang Barat, sehingga total pohon yang telah ditanam mencapai sekitar 835 pohon.
Menurutnya, terselenggaranya program penanaman pohon pasca penertiban di lahan eks bangli juga tidak terlepas dari peran aktivis lingkungan di Kabupaten Bekasi salah satunya sinergi dan kolaborasi dengan Bambu Foundation dan lainnya. Selain itu, pihaknya turut melibatkan sekolah Adiwiyata sebagai bagian dari edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
“Bahwa anggaran itu bukan merupakan satu-satunya kendala dan hambatan kita untuk bisa berbuat. Sebaliknya kita lihat dari dukungan perusahaan aktivis lingkungan, sekolah, itu juga antusias untuk perbaikan lingkungan,” ungkapnya.
Syafri mengatakan, jenis pohon yang ditanam berupa campuran namun diupayakan berupa tanaman buah-buahan antara lain seperti pohon Ketapang Kencana, Pohon Mangga, Pohon Sukun, Pohon Sawo dan Pohon Belimbing. Selain berfungsi sebagai penghijauan, pohon tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat ketika mulai menghasilkan buah.
“Pohon yang kita pilih kami upayakan pohon buah-buahan, selain setiap pohon rindang menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida. Tapi kami upayakan ada manfaat lebih yaitu dengan pohon buah-buahan. Sehingga pohon buah-buahan nanti bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.
Reporter : Refki Maulana
Editor : Fuad Fauzi