Selasa, 01 September 2026

Cegah Penyebaran LGBT, MUI Kabupaten Bekasi Serukan Penguatan Keluarga dan Pendidikan Karakter

PENDIDIKAN   Sep 1, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 44 Kali


id13576_Compress_20260901_170017_7907.jpg
Ketua MUI Kabupaten Bekasi, KH Prof Mahmud

CIKARANG PUSAT — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi menilai penguatan keluarga menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang di tengah generasi muda, termasuk fenomena LGBT.

Pendekatan yang mengedepankan dialog, pendidikan karakter, pendampingan, dan lingkungan sosial yang sehat dinilai lebih strategis dibandingkan sekadar kecaman maupun stigma.

Ketua MUI Kabupaten Bekasi, KH Prof Mahmud, mengatakan keluarga harus kembali menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang, keteladanan, sekaligus ruang dialog yang aman. Kehadiran orang tua secara emosional dinilai sangat penting di tengah perubahan sosial dan derasnya pengaruh media sosial.

“Solusi permasalahan LGBT yang paling strategis bukanlah memperbanyak konflik sosial, melainkan memperkuat ketahanan keluarga. Orang tua perlu hadir secara emosional, bukan hanya secara fisik. Anak-anak membutuhkan perhatian, dialog, kasih sayang, dan figur teladan,” ujar KH Prof Mahmud, Senin (1/9/2026).

Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat dilihat hanya dari satu sudut pandang. Penguatan keluarga perlu berjalan beriringan dengan pendidikan karakter di sekolah dan kepedulian masyarakat. Sekolah diharapkan tidak hanya membangun kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan tanggung jawab, pengendalian diri, etika pergaulan, serta nilai agama dan budaya.

KH Prof Mahmud juga mendorong agar pendekatan keagamaan dilakukan secara ramah dan mendidik. Dakwah, kata dia, hendaknya menjadi sarana membimbing masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik, bukan sekadar memberikan penghakiman.

“Dakwah yang menyejukkan sering lebih efektif dibandingkan dengan dakwah yang hanya berisi kemarahan. Tujuan agama bukan sekadar menghakimi, tetapi mengarahkan manusia menuju kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat Kabupaten Bekasi memiliki modal sosial yang kuat melalui budaya gotong royong, kedekatan keluarga dan kehidupan komunal. Modal sosial tersebut perlu terus diperkuat agar generasi muda memiliki lingkungan yang sehat dan suportif.

Untuk itu, ia mengajak keluarga memperbanyak aktivitas bersama tanpa gawai, melibatkan remaja dalam kegiatan olahraga, seni, organisasi maupun kegiatan sosial, menghadirkan figur teladan yang dekat dengan anak, serta membangun budaya dialog di dalam keluarga.

“Anak yang didengar cenderung lebih terbuka dibanding anak yang hanya dihakimi. Ketika anak tumbuh dalam keluarga yang hangat, memperoleh pendidikan moral yang baik, memiliki tujuan hidup yang jelas, serta merasa dicintai dan dihargai, mereka akan lebih siap menghadapi berbagai pengaruh zaman,” ungkapnya.

KH Prof Mahmud menegaskan, upaya membangun generasi muda yang tangguh harus dimulai dari lingkungan terdekat. Keluarga yang kuat, pendidikan karakter yang kokoh, dan masyarakat yang peduli menjadi tiga pilar penting dalam membangun ketahanan generasi muda Kabupaten Bekasi.

“Perubahan besar dalam masyarakat tidak pernah dimulai dari ruang sidang atau media sosial, melainkan dari rumah. Rumah yang penuh kasih sayang, keteladanan, dan nilai-nilai luhur akan selalu menjadi benteng pertama bagi masa depan bangsa,” tandasnya. (*)

Reporter : Tata Jaelani

Editor : Yus Ismail

Berita Lainnya

Cegah Penyebaran LGBT, MUI Kabupaten Bekasi Serukan Penguatan Keluarga dan Pendidikan Karakter
PENDIDIKAN   Sep 1, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Komisi VIII DPR RI Dukung Sekolah Rakyat, Wardatul Asriah Apresiasi Fasilitas Asrama di Kabupaten Bekasi
PENDIDIKAN   Aug 31, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Siapkan Perluasan Beasiswa Banpin, Kuota Penerima Ditargetkan 200 Mahasiswa
PENDIDIKAN   Aug 28, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik