Minggu, 20 September 2026

Ramai Sejak Pagi, TPS Digital di Bojongmangu Jadi Warna Baru

UMUM   Sep 20, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 37 Kali


id13692_WhatsApp Image 2026-09-20 at 09.44.12.jpeg
DIGITAL : Suasana pemilihan di wilayah Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, berlangsung semarak. Salah satu titik yang menjadi pusat keramaian berada di Lapangan Futsal Desa Sukabungah, yang sejak pagi dipadati warga untuk menyalurkan hak pilihnya. Di lokasi tersebut, tepatnya di kampung Waru Doyong, rt 02/01 Desa Sukabungah terdapat tiga tempat pemungutan suara (TPS), yakni TPS 1, TPS 2 dan TPS 3. foto : Dani Ibrahim

BOJONGMANGU - Suasana pemilihan di wilayah Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, berlangsung semarak. Salah satu titik yang menjadi pusat keramaian berada di Lapangan Futsal Desa Sukabungah, yang sejak pagi dipadati warga untuk menyalurkan hak pilihnya. Di lokasi tersebut, tepatnya di kampung Waru Doyong, rt 02/01 Desa Sukabungah terdapat tiga tempat pemungutan suara (TPS), yakni TPS 1, TPS 2 dan TPS 3.

Selain TPS manual, kawasan ini juga menjadi salah satu titik pelaksanaan pemungutan suara secara elektronik melalui e-TPS 1.

Antusiasme warga terlihat dari ramainya pemilih yang datang sejak pagi. Mereka bergantian memasuki area TPS untuk mengikuti proses pemilihan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Secara keseluruhan, jumlah pemilih di Desa Sukabungah mencapai sekitar 5.100 orang. Dengan total TPS sebanyak, 10 TPS.

Kondisi tersebut membuat pelaksanaan pemilihan menjadi salah satu aktivitas yang cukup menyita perhatian masyarakat di wilayah Bojongmangu.

Di tengah keramaian tersebut, keberadaan e-TPS menjadi pengalaman baru bagi sebagian warga. Mekanisme digital dinilai memberikan kemudahan bagi generasi muda yang sudah terbiasa menggunakan teknologi.

Namun, bagi sebagian warga lanjut usia, mekanisme manual masih dianggap lebih mudah untuk digunakan.

Salah seorang pemilih, Muhammad Bagja (31) warga Sukabungah, mengatakan mekanisme pemilihan manual relatif lebih mudah dipahami oleh warga yang sudah berusia lanjut.

"Kalau di sini banyak yang sudah berumur, saya mending yang manual saja. Soalnya yang digital agak susah bagi orang tua," ujar Bagja.

Menurutnya, mekanisme digital justru berpotensi lebih mudah diterima oleh generasi muda karena sudah terbiasa dengan penggunaan teknologi dalam aktivitas sehari-hari.

"Kalau untuk generasi muda mungkin lebih mudah digital, sudah pada mengerti," katanya.

Bagja juga melihat jumlah pemilih yang menggunakan mekanisme digital sejauh ini cenderung lebih cepat, tidak ada penumpukan pemilih, sehingga untuk pemilih elektronik terlihat lebih sedikit dibandingkan pemilih yang menggunakan mekanisme manual.

Meski demikian, kehadiran e-TPS menjadi bagian dari dinamika pelaksanaan pemilihan di Desa Sukabungah.

Antusiasme warga yang tetap datang sejak pagi menunjukkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pemilihan di tingkat desa.

Keramaian di sekitar Lapangan Futsal Sukabungah pun menjadi gambaran bagaimana momentum pemilihan mampu mengumpulkan warga dari berbagai kalangan, sekaligus memperkenalkan mekanisme pemungutan suara berbasis teknologi kepada masyarakat.

Reporter: Dani Ibrahim

Editor : Fuad Fauzi

Berita Lainnya

Tambun Selatan Pastikan Pilkades Kondusif, Camat Minta Paslon Menahan Diri
UMUM   Sep 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pilkades 2026, TPS 17 Desa Lambangsari Usung Nuansa Budaya Betawi
UMUM   Sep 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Sistem Digital, Warga Antusias dan Guyub Nyoblos di TPS 17 Desa Lambangsari
UMUM   Sep 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Ramai Sejak Pagi, TPS Digital di Bojongmangu Jadi Warna Baru
UMUM   Sep 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik