CIBITUNG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi menyiapkan sejumlah posko pelayanan kemanusiaan guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Persiapan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai instansi, seperti Pemerintah Kabupaten Bekasi, Dinas Kesehatan, BPBD, serta kepolisian agar pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik dapat berjalan optimal.
Ketua PMI Kabupaten Bekasi, H. Akhmad Kosasih, mengatakan kesiapan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi PMI Pusat dan arahan PMI Provinsi Jawa Barat agar PMI di daerah turut berperan aktif memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Kami mengikuti instruksi dari PMI pusat dan arahan PMI Jawa Barat. Untuk itu kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, BPBD, serta Polres agar pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan balik dapat berjalan maksimal,” ujar Kosasih di Cibitung, Selasa (10/O3/2026).
Ia menjelaskan PMI Kabupaten Bekasi akan mendukung posko gabungan yang disiapkan oleh pemerintah bersama unsur kepolisian dan instansi terkait lainnya dengan menyiapkan fasilitas penunjang seperti tenda laktasi beserta personel yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami ikut mendukung posko gabungan dengan menyiapkan tenda laktasi beserta personelnya. Namun sifatnya sebagai penunjang, sementara posko utama kami tetap posko mandiri yang dikelola PMI,” katanya.
Selain mendukung posko terpadu, PMI Kabupaten Bekasi juga membuka posko mandiri di Markas PMI Kabupaten Bekasi di Jalan Teuku Umar No.49, Kecamatan Cibitung dirute yang dilalui oleh pemudik dan akan mulai beroperasi pada masa arus mudik. Posko ini menjadi pusat pelayanan PMI bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.
“Kami mendirikan posko mandiri di markas PMI di Cibitung yang mulai beroperasi pada tanggal 15 Maret untuk melayani masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” jelas Kosasih.
Menurutnya, setelah masa arus mudik selesai, PMI Kabupaten Bekasi juga akan memindahkan operasional posko untuk mendukung arus balik dengan bergabung bersama BPBD dan tim SAR di wilayah Jalan Raya Rengasbandung, Cibitung yang merupakan jalur padat kendaraan.
“Untuk arus balik nanti posko kami pindahkan dan bergabung dengan BPBD serta SAR di wilayah Jalan Raya Rengasbandung, Cibitung, yang merupakan jalur cukup padat kendaraan,” ungkapnya.
Di posko tersebut PMI menyiapkan berbagai fasilitas pelayanan seperti pertolongan pertama, pemeriksaan kesehatan, ruang istirahat, ruang salat, ruang laktasi, serta tiga unit ambulans yang disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi kondisi darurat di jalur mudik.
“Ambulans kami siagakan selama 24 jam untuk membantu jika terjadi kondisi darurat di jalan, baik kecelakaan maupun masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis,” ujarnya.
Selain layanan kesehatan, PMI juga menyediakan fasilitas tambahan bagi pemudik seperti tempat beristirahat serta minuman hangat berupa kopi dan teh, terutama bagi pengendara yang kelelahan agar dapat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
“Kami juga menyiapkan tempat istirahat serta minuman seperti kopi dan teh bagi pemudik agar mereka bisa beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan,” kata Kosasih.
Dalam operasional posko tersebut PMI Kabupaten Bekasi menurunkan sekitar 25 personel yang terdiri dari staf dan relawan serta menyiapkan tim mobile yang akan bergerak di sejumlah jalur rawan kecelakaan dan titik keramaian seperti stasiun, terminal, pasar hingga tempat wisata.
“Kami mengimbau para pemudik, khususnya pengendara roda dua, agar memilih waktu perjalanan yang tepat dan beristirahat di posko-posko yang tersedia. Yang penting selamat sampai tujuan dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga,” pungkasnya. (*)
Reporter : Tata Jaelani
Editor : Yus Ismail
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 9
Pengunjung Bulan ini : 438073
Total Pengunjung : 4104575