Selasa, 10 Maret 2026

Amankan Arus Mudik, Pemkab Bekasi Turunkan Perangkat Daerah Bantu Operasi Ketupat Jaya 2026

PEMERINTAHAN   Mar 10, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 65 Kali


id12889_Compress_20260310_172216_6648.jpg
RAKOR : Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Forkopimda mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam Rangka Operasi Ketupat Jaya 2026. Bertempat di Gedung Promoter Polres Metro Bekasi Cikarang Utara, Selasa (10/03/2026). Foto: Jaja Jaelani

CIKARANG UTARA - Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja bersama Forkopimda menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral, persiapan Operasi Ketupat Jaya 2026 yang digelar di Gedung Promoter Polres Metro Bekasi, Selasa (10/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur TNI, Polri, serta berbagai perangkat daerah guna memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.

Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik, mengingat Kabupaten Bekasi merupakan daerah penyangga ibu kota sekaligus kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.

Menurutnya, wilayah Kabupaten Bekasi menjadi jalur strategis yang dilalui pemudik karena dilintasi jalan nasional hingga Tol Jakarta–Cikampek.

“Kabupaten Bekasi merupakan penyangga ibu kota dan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan sekitar 7.800 perusahaan. Wilayah ini juga menjadi jalur mudik karena dilintasi jalan nasional dan Jalan Tol Jakarta–Cikampek, sehingga perlu koordinasi lintas sektor agar situasi tetap tertib, aman dan kondusif,” ujar Asep.

Ia juga menyebut Kabupaten Bekasi memiliki sekitar 3,4 juta penduduk, dengan sebagian besar merupakan pendatang. Kondisi tersebut membuat banyak kawasan perumahan ditinggalkan saat musim mudik, sehingga pengamanan lingkungan perlu diperkuat.

Asep menegaskan Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026 melalui keterlibatan berbagai perangkat daerah.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen memberikan dukungan terhadap pelaksanaan operasi ini melalui keterlibatan berbagai perangkat daerah, mulai dari Dinas Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas hingga pengamanan jalur-jalur strategis,” katanya.

Selain pengaturan lalu lintas, ia juga meminta sejumlah perangkat daerah melakukan langkah antisipasi lainnya. Dinas Sumber Daya Air diminta memperbaiki jalan berlubang, sementara Dinas Kesehatan menyiapkan layanan kesehatan dan obat-obatan darurat di jalur mudik.

“Obat-obat emergensi harus lengkap, termasuk penanganan awal bagi korban kecelakaan di jalur utama. Tenaga medis yang kompeten juga harus disiapkan di titik-titik pelayanan,” tegasnya.

Ia juga meminta Satpol PP meningkatkan penertiban di kawasan pasar dan pusat keramaian agar tidak mengganggu arus lalu lintas, khususnya di titik yang sering menjadi persinggahan pemudik.

Di sisi lain, Pemkab Bekasi juga akan mengantisipasi potensi bencana serta memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Fitri 1447 H. 

“Sinergi dan kolaborasi yang solid antara Polri, TNI, pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama arus mudik maupun arus balik,” tandasnya.

Operasi Ketupat 2026 sendiri direncanakan berlangsung pada pertengahan Maret hingga akhir Maret 2026 sebagai upaya pengamanan nasional selama periode mudik dan perayaan Idulfitri.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan operasi kemanusiaan yang membutuhkan dukungan dan koordinasi dari seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, Operasi Ketupat Jaya yang digelar setiap tahun bertujuan untuk memastikan keamanan serta kelancaran arus mudik dan perayaan Idulfitri bagi masyarakat.

“Operasi Ketupat Jaya 2026 seperti tahun-tahun sebelumnya merupakan operasi kemanusiaan yang membutuhkan koordinasi dan solidaritas seluruh stakeholder terkait untuk mendukung kelancaran serta keberhasilan pengamanan Hari Raya Idulfitri dan arus mudik masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan operasi tahun ini dapat berjalan aman dan lancar sesuai dengan tema yang diusung, yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”

Kapolres juga mengatakan sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, salah satunya terkait ketersediaan dan harga bahan bakar minyak (BBM) menjelang arus mudik. Hal tersebut dinilai penting karena meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran berpotensi meningkatkan konsumsi BBM.

“Situasi ini tentunya memerlukan pengamanan yang signifikan dari seluruh pihak agar Kabupaten Bekasi tetap aman dan kondusif,” katanya.

Reporter : Andre M Jafar

Editor      : Yus Ismail

Berita Lainnya

Pemkab Bekasi dan BBWS Tandatangani Nota Kesepakatan Penanganan Banjir
PEMERINTAHAN   Mar 10, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Amankan Arus Mudik, Pemkab Bekasi Turunkan Perangkat Daerah Bantu Operasi Ketupat Jaya 2026
PEMERINTAHAN   Mar 10, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Groundbreaking Rusun Subsidi di Meikarta, Pemkab Bekasi Dukung Program 3 Juta Rumah
PEMERINTAHAN   Mar 8, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Ramfest 2026, Padukan Nilai Islami, Seni Budaya dan Pelayanan Publik
PEMERINTAHAN   Mar 7, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Razia PMKS di Cikarang, 22 Orang Terjaring dan Dirujuk ke Panti Sosial
PEMERINTAHAN   Mar 6, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik