Selasa, 10 Maret 2026

Pesantren Ramadan Lapas Cikarang Momentum Pembinaan Spiritual Bagi Warga Binaan

UMUM   Mar 9, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 146 Kali


id12886_WhatsApp Image 2026-03-09 at 19.50.07.jpeg
RAMADAN : Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang menggelar kegiatan Pesantren Ramadan sebagai bagian dari program pembinaan kerohanian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) selama bulan suci Ramadan. Kegiatan ini diikuti oleh 181 warga binaan yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan kualitas spiritual dan memperdalam pemahaman keagamaan. foto : Tata Jaelani

CIKARANG PUSAT – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang menggelar kegiatan Pesantren Ramadan sebagai bagian dari program pembinaan kerohanian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) selama bulan suci Ramadan. Kegiatan ini diikuti oleh 181 warga binaan yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan kualitas spiritual dan memperdalam pemahaman keagamaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang, Urip Dharma Yoga, mengatakan bahwa Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.

“Bulan Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki diri. Kami ingin warga binaan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, dan membangun komitmen menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Urip Dharma Yoga.

Program Pesantren Ramadan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Lapas Cikarang dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini dilaksanakan mulai Senin, 23 Februari 2026 hingga 13 Maret 2026.

Urip menjelaskan bahwa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada menjalani masa pidana, tetapi juga membangun perubahan karakter dan pola pikir warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih baik.

“Tujuan pemasyarakatan bukan hanya menjalani masa pidana, tetapi bagaimana warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan perubahan sikap dan pola pikir. Melalui Pesantren Ramadan ini kami berharap nilai-nilai keagamaan benar-benar tertanam,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Pesantren Ramadan berlangsung selama lima hari dalam satu pekan, yakni setiap Senin hingga Jumat. Berbagai materi pembinaan keagamaan diberikan secara terstruktur kepada para peserta.

Koordinator Kurikulum Pesantren Ramadan Lapas Cikarang, Dr Yuni Asdhiani, menjelaskan bahwa tenaga pengajar berasal dari penyuluh agama Islam serta alumni Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI Kabupaten Bekasi yang memiliki kompetensi dalam pembinaan keagamaan.

“Materi yang diberikan merupakan gabungan Islamic studies seperti pembahasan Ramadan, zakat, dan wakaf, sehingga warga binaan tidak hanya memahami ibadah secara ritual tetapi juga nilai sosial dalam kehidupan beragama,” jelas Dr Yuni Asdhiani.

Selain kajian keislaman yang disampaikan secara klasikal, kegiatan pembelajaran juga tetap mengacu pada jadwal pendidikan yang telah berjalan sebelumnya di dalam Lapas Cikarang sehingga proses pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dr Yuni menambahkan bahwa keterlibatan para penyuluh agama dan alumni PKU MUI Kabupaten Bekasi diharapkan mampu memberikan pemahaman agama yang komprehensif bagi warga binaan selama mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan.

“Tenaga pengajar berasal dari penyuluh agama Islam serta alumni PKU MUI Kabupaten Bekasi, sehingga materi yang diberikan dapat disampaikan secara komprehensif kepada warga binaan,” katanya.

Pada hari Selasa dan Kamis, warga binaan juga tetap mengikuti beberapa kelas pembelajaran keagamaan yang telah menjadi bagian dari program pembinaan rutin di Lapas Cikarang.

“Pada Selasa dan Kamis tetap ada kelas pembelajaran seperti kelas kitab, tahfiz, iqra, serta kelas nisa bagi warga binaan perempuan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Pesantren Ramadan ini diharapkan para warga binaan dapat menjadikan bulan suci sebagai sarana memperkuat spiritualitas sekaligus membangun komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Harapan kami melalui kegiatan ini warga binaan bisa memanfaatkan Ramadan sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan menyiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Tata Jaelani

Editor : Fuad Fauzi

Berita Lainnya

Disnaker Buka Posko Pengaduan THR hingga 27 Maret 2026
UMUM   Mar 9, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pesantren Ramadan Lapas Cikarang Momentum Pembinaan Spiritual Bagi Warga Binaan
UMUM   Mar 9, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Siapkan Pos Pengamanan Hingga Layanan Kesehatan Bagi Pemudik
UMUM   Mar 9, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
BPS Verifikasi Data Domisili dan Kondisi Sosial Ekonomi untuk PBI APBN di Cibitung
UMUM   Mar 5, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik