Sabtu, 30 Agustus 2025

Pemkab Bekasi Terapkan Penggunaan Aspal Limbah Plastik, Tekan Biaya Lebih Murah Hingga 50 Persen

PEMERINTAHAN   Aug 29, 2025  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 122 Kali


id12135_WhatsApp Image 2025-08-29 at 12.42.10.jpeg
INOVASI : Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) Kabupaten Bekasi memperkenalkan inovasi Aspal Limbah Campur Plastik atau disingkat Asli Cantik. Program ini mampu menekan biaya pembangunan jalan hingga 50 persen sekaligus mengurangi pencemaran plastik. Inovasi Asli Cantik diimplementasikan pada ruas Jalan Raya Gabus, Batas Kota Karang Satria - Gabus Rawa (Pulo Puter) pada Kamis (28/08/2025). foto : Ike Sopiah

TAMBUN UTARA – Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) Kabupaten Bekasi memperkenalkan inovasi Aspal Limbah Campur Plastik atau disingkat Asli Cantik. Program ini mampu menekan biaya pembangunan jalan hingga 50 persen sekaligus mengurangi pencemaran plastik. Inovasi Asli Cantik diimplementasikan pada ruas Jalan Raya Gabus, Batas Kota Karang Satria - Gabus Rawa (Pulo Puter) pada Kamis (28/08/2025).

Kepala Bidang Pembangunan Jalan pada Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi Dede Chairul mengatakan, ide ini berangkat dari persoalan panjangnya jalan kabupaten yang mencapai 1.077 km, dengan tingkat kemantapan hanya 70 persen. Artinya, sekitar 30 persen jalan dalam kondisi rusak, sementara kebutuhan anggaran perbaikan cukup besar.

“Dengan Asli Cantik, kita manfaatkan limbah aspal dan plastik. Secara kekuatan sama dengan aspal biasa, tapi biaya bisa ditekan setengahnya,” ujarnya.

Dede menjelaskan, komposisi campuran dalam uji coba adalah satu ton limbah aspal ditambah 3,5 Kg plastik. Menurutnya, kualitas aspal plastik relatif setara dengan aspal reguler, termasuk daya tahannya terhadap tonase kendaraan maupun gesekan ban.

Meski demikian, Dede mengakui ada kelemahan. Jika aspal biasa bisa bertahan tiga sampai empat jam sejak produksi hingga digunakan di lapangan, aspal campur plastik hanya bertahan satu sampai dua jam. “Ini kendala jika lokasi perbaikan jauh. Karena itu, kita terus menyempurnakan formula agar kualitasnya stabil,” jelasnya.

Inovasi ini pertama kali ditemukan sekitar empat bulan lalu dan sudah melalui tiga kali uji coba. Hasilnya dinilai cukup kuat sehingga kini mulai diimplementasikan di lapangan.

Dari sisi efisiensi, Dede menyebut perbandingan harga sangat signifikan. “Biasanya kita beli aspal Rp 1 juta, dengan Asli Cantik bisa Rp 500 ribu. Artinya, kalau dengan Rp1 miliar kita bangun 500 meter, sekarang bisa lebih panjang,” katanya.

Untuk saat ini, penggunaan aspal plastik masih difokuskan di wilayah Kabupaten Bekasi. Dinas SDA-BMBK juga berencana mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) agar inovasi ini bisa dikembangkan lebih luas.

“Kami berharap masyarakat mendukung. Kalau berhasil, ini bisa jadi solusi mengurangi sampah plastik sekaligus menghemat anggaran pembangunan jalan,” pungkasnya.

Reporter: Ike Sopiah

Editor : Fuad Fauzi

Berita Lainnya

Desa Mekarwangi Menjadi Desa Siaga Bebas Kusta Pertama di Kabupaten Bekasi
PEMERINTAHAN   Aug 29, 2025   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Terapkan Penggunaan Aspal Limbah Plastik, Tekan Biaya Lebih Murah Hingga 50 Persen
PEMERINTAHAN   Aug 29, 2025   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Terapkan Inovasi "Asli Cantik" pada Pelebaran Exit Tol Gabus
PEMERINTAHAN   Aug 28, 2025   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Dukung Rencana Induk Pembangunan Kawasan Aglomerasi Jakarta
PEMERINTAHAN   Aug 28, 2025   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Tekan Polusi Udara, DLH Jabar dan Bekasi Gelar Uji Emisi Kendaraan Bermotor
PEMERINTAHAN   Aug 28, 2025   Posted by: Newsroom Diskominfosantik