PC PMII Kabupaten Bekasi Apresiasi Program Banpin, Dukung Peningkatan Angka Partisipasi Pendidikan
PENDIDIKAN
Sep 4, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 122 Kali
DUKUNGAN : Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat bersama Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus. foto : Fajar CQA
CIKARANG PUSAT — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Bekasi mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam menghadirkan program Beasiswa Pasti Pintar (Banpin) Kabupaten Bekasi Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Ketua PC PMII Kabupaten Bekasi, Irfan Sahidan, menilai keberadaan Banpin merupakan kebijakan yang patut dipertahankan dan diperkuat. Menurutnya, program tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya generasi muda Kabupaten Bekasi.
"Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya kepada Plt. Bupati serta Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga selaku pelaksana program, yang telah menghadirkan dan menjalankan program Banpin. Ini adalah program yang baik dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak muda Kabupaten Bekasi yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," ujarnya saat ditemui di Kompleks Pemkab Cikarang Pusat pada Jumat (4/9/2026).
Namun demikian, Irfan menilai tingginya antusiasme masyarakat terhadap program Banpin perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan data yang terhimpun, pada 2026 jumlah pendaftar Banpin mencapai sekitar 3.438 peserta, sementara kuota penerima yang tersedia sebanyak 100 mahasiswa.
Menurutnya, tingginya jumlah pendaftar tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap dukungan pembiayaan pendidikan masih jauh lebih besar dibandingkan kapasitas program yang tersedia.
"Antusiasme 3.438 pendaftar dengan kuota 100 orang menunjukkan satu hal yang sangat jelas: kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan pendidikan jauh lebih besar dibandingkan kapasitas program yang tersedia saat ini. Ini harus dibaca sebagai aspirasi masyarakat yang perlu dijawab oleh pemerintah," tegas Irfan.
Irfan juga mengapresiasi wacana Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menambah kuota penerima Banpin pada tahun mendatang dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah. Dari 100 penerima pada 2026, kuota tersebut diharapkan dapat meningkat menjadi 200 mahasiswa.
"Kami mengapresiasi wacana yang disampaikan Plt. Bupati Bekasi untuk menambah kuota Banpin menjadi 200 mahasiswa tahun depan. Bagi kami, ini merupakan langkah positif dan menunjukkan bahwa pemerintah mendengar kebutuhan masyarakat, khususnya para mahasiswa yang membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan," jelasnya.
Ia menilai penambahan kuota menjadi 200 mahasiswa memang belum sepenuhnya menjawab besarnya kebutuhan masyarakat. Namun, langkah tersebut dinilai sebagai kemajuan penting dan perlu diikuti dengan peningkatan kuota secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.
Menurut Irfan, penguatan program Banpin juga memiliki korelasi dengan arah pembangunan Kabupaten Bekasi sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bekasi 2024–2029, khususnya Misi Pertama, yakni mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Misi tersebut menempatkan pembangunan SDM sebagai salah satu prioritas strategis untuk mewujudkan visi Kabupaten Bekasi yang Bangkit, Maju, dan Sejahtera. Peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan menjadi bagian penting dari arah kebijakan tersebut, bersama dengan penguatan keterampilan, pelatihan dan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, peningkatan derajat kesehatan, serta peningkatan taraf hidup masyarakat.
"Kalau kita melihat arah RPJMD Kabupaten Bekasi 2024–2029, pembangunan SDM yang berkualitas dan berdaya saing merupakan misi pertama. Artinya, pendidikan bukan sekadar program sektoral, tetapi menjadi bagian penting dari strategi pembangunan daerah. Karena itu, program seperti Banpin harus dilihat sebagai salah satu instrumen untuk mencapai target pembangunan tersebut," kata Irfan.
Menurutnya, posisi Kabupaten Bekasi sebagai salah satu kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi nasional harus diimbangi dengan kualitas SDM lokal yang mampu bersaing. Dukungan terhadap pendidikan tinggi dinilai menjadi salah satu investasi penting agar masyarakat Kabupaten Bekasi tidak hanya menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai pelaku utama pembangunan.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas SDM pada akhirnya juga berkaitan dengan upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bekasi sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan manusia. Dalam konteks tersebut, perluasan akses pendidikan, termasuk melalui bantuan pembiayaan bagi mahasiswa, dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan dimensi pendidikan dalam pembangunan manusia.
"IPM itu tidak hanya bicara angka, tetapi bagaimana kualitas hidup masyarakat benar-benar meningkat. Pendidikan merupakan salah satu fondasi pentingnya. Karena itu, ketika pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat melalui Banpin, kami melihatnya sebagai bagian dari investasi pembangunan manusia untuk mewujudkan Bekasi yang Bangkit, Maju, dan Sejahtera," ujarnya.
Irfan memahami bahwa kemampuan fiskal daerah tetap menjadi pertimbangan dalam menentukan jumlah penerima beasiswa. Namun, menurutnya, besarnya kebutuhan masyarakat harus menjadi salah satu dasar evaluasi dan pengembangan program Banpin ke depan.
"Kami memahami bahwa kemampuan fiskal daerah juga harus menjadi pertimbangan. Tetapi di sisi lain, pendidikan adalah investasi jangka panjang. Karena itu, kami berharap pemerintah menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah, sehingga ke depannya kuota beasiswa terus bertambah," tutupnya.
Reporter : Fajar CQA
Editor : Fuad Fauzi