KKN di Kabupaten Bekasi, Mahasiswa Unsika Bawa 11 Program Kerja Unggulan
PENDIDIKAN
Jul 23, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 150 Kali
Potret Kegiatan KKN Mahasiswa Unsika Karawang di Desa Sukalaksana, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi.
SUKAKARYA - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menghadirkan 11 program kerja (proker) unggulan yang menyasar berbagai aspek di lingkungan masyarakat Desa Sukalaksana, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi.
Program yang dibawa Mahasiswa KKN Unsika tersebut mencakup bidang lingkungan, pendidikan, pemerintahan desa, kebencanaan, literasi digital, kesehatan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ketua KKN Unsika Desa Sukalaksana, Muhammad Irsyad, mengatakan, pelaksanaan KKN melibatkan 12 mahasiswa yang dilaksanakan selama 35 hari hingga 31 Juli 2026.
“Pelaksanaan KKN selama 35 hari, kami membawa 12 pasukan terdiri dari 6 laki-laki dan 6 perempuan. Kami memiliki beberapa program kerja yang diharapkan bisa memberikan manfaat dan berdampak bagi masyarakat Desa Sukalaksana,” ujar Muhammad Irsyad pada Rabu, (22/07/2026).
Salah satu program yang dilaksanakan yakni pemasangan plang dusun sebagai penanda wilayah dan akses jalan menuju dusun, RT, RW maupun gang di lingkungan desa. Keberadaan plang tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pendatang dalam mengenali wilayah serta memudahkan akses menuju lokasi tertentu.
Di bidang lingkungan, mahasiswa KKN Unsika juga melakukan pembuatan lubang resapan Biopori di setiap dusun. Program tersebut diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat guna memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan biopori sebagai salah satu upaya pengelolaan sampah organik.
“Untuk biopori isinya ada sampah-sampah organik yang nantinya bisa berubah menjadi pupuk kompos. Sehingga bisa digunakan kembali oleh masyarakat untuk kegiatan menanam dan lain sebagainya. Adapun untuk pemasangannya kami lakukan di satu titik satu dusun,” jelasnya.
Selain itu, Kontribusi mahasiswa KKN juga diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan melalui program Smart Teaching. Kegiatan tersebut berupa pelatihan bagi guru-guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan tidak monoton dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi, khususnya smart TV, dalam proses belajar mengajar.
Program Smart Teaching tersebut melibatkan peserta dari empat sekolah di wilayah Desa Sukalaksana.
“Smart Teaching merupakan pelatihan untuk guru-guru mengenai pembelajaran yang interaktif, jadi metode belajarnya tidak monoton. Kami mensosialisasikan kepada guru-guru bagaimana cara memaksimalkan smart TV untuk pembelajaran di sekolah dasar,” katanya.
Dalam mendukung penguatan tata kelola pemerintahan desa berbasis digital, ia menyampaikan bahwa mahasiswa juga membantu Pemerintah Desa Sukalaksana dalam membuat website desa.
“Kita membuka lagi akses untuk website tersebut dan kita juga menambahkan beberapa fitur di website yang akan dikelola oleh perangkat desa nantinya,” tambahnya.
Tak hanya itu mahasiswa juga memberikan edukasi terkait penanganan dan mitigasi bencana melalui sosialisasi kebencanaan. Materi yang disampaikan meliputi langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi bencana, khususnya gempa bumi dan banjir.
“Dalam sosialisasi penanganan bencana, kami memberikan edukasi mengenai apa saja yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi dan banjir. Misalnya ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung dan terjadi gempa bumi atau banjir, masyarakat maupun siswa harus mengetahui apa yang harus dilakukan,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan teknologi secara bijak, mahasiswa KKN Unsika menggelar sosialisasi Cerdas Digital. Kegiatan ini memberikan edukasi mengenai berbagai ancaman di ruang digital, termasuk bahaya judi online (judol), pinjaman online (pinjol), serta berbagai dampak negatif lainnya yang dapat merugikan masyarakat.
“Untuk selanjutnya kami akan mengadakan program penanaman pohon jadi Unsika akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan yang akan mengadakan kegiatan penanaman pohon,” tuturnya.
Irsyad menyebutkan untuk warga sekitar, rangkaian program KKN juga menyentuh bidang kesehatan dan sosial kemasyarakatan. Mahasiswa melaksanakan program Senam Sehat dan sosialisasi kesehatan melalui kegiatan Sehati.
“Selain itu, ada juga program Ceria yang menyasar anak-anak di lingkungan sekitar melalui kegiatan mengaji serta pembelajaran dasar, seperti belajar menulis dan berhitung,” terang Irsyad.
Muhammad Irsyad menuturkan, total keseluruhan program kurang lebih ada 11 program kerja unggulan yang merupakan bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unsika dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi sekaligus berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Ia berharap program-program yang telah dilaksanakan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Berbagai program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong kemandirian masyarakat agar dapat dilanjutkan secara berkelanjutan.
“Kami berharap program ini bisa berkelanjutan. Semisal program kami selesai, namun masyarakat tetap bisa melanjutkan program yang sudah kami jalankan selama masa KKN,” pungkasnya.
Reporter : Refki Maulana
Editor : Yus Ismail