CIKARANG UTARA – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Bekasi menyebabkan banjir yang merendam puluhan rumah warga di empat desa di Kecamatan Cikarang Utara, Kamis (29/1/2026). Banjir terjadi di permukiman warga yang berada di bantaran sungai.
Camat Cikarang Utara, Enop Can, mengatakan luapan air sungai tersebut mengakibatkan 38 rumah warga terendam dengan ketinggian air rata-rata 40 hingga 50 sentimeter. Rumah-rumah terdampak mayoritas berada di kawasan padat penduduk yang berdekatan langsung dengan aliran Kali Cikarang.
“Akibat curah hujan yang cukup tinggi, air Kali Cikarang meluap sehingga masuk ke rumah-rumah warga yang berada di bantaran kali,” ujar Enop Can.
Adapun wilayah yang terdampak banjir meliputi Kampung Keramat, Desa Karangbaru, Kampung Pasar Seng, Desa Cikarang Kota, Kampung Kaliulu, Desa Karangraharja, serta Desa Tanjungsari. Genangan air mulai terjadi sejak hujan deras turun dan mengganggu aktivitas warga, khususnya rumah tangga yang berada di titik terendah aliran sungai.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kecamatan Cikarang Utara bersama unsur terkait langsung melakukan langkah penanganan darurat guna meminimalkan risiko dan memastikan keselamatan warga.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah mengecek langsung lokasi kejadian untuk memastikan kondisi warga dan lingkungan sekitar. Selanjutnya, kami melakukan pemadaman aliran listrik di area terdampak sebagai langkah antisipasi untuk mencegah potensi bahaya,” jelasnya.
Selain itu, pihak kecamatan juga menyalurkan bantuan logistik awal berupa mi instan, makanan ringan, serta air mineral guna memenuhi kebutuhan mendesak warga selama banjir masih berlangsung.
Enop Can menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan situasi di lapangan, terutama jika curah hujan kembali meningkat dan berpotensi menimbulkan luapan susulan. Koordinasi dengan pemerintah desa, perangkat wilayah, serta instansi terkait terus dilakukan agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Kami akan terus siaga dan berkoordinasi untuk memastikan warga berada dalam kondisi aman,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Karangraharja, Suhendra, menyampaikan bahwa pemerintah desa turut mengambil langkah cepat dengan membuka dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak banjir.
“Sebagai bentuk respons cepat di tingkat desa, kami membuka dapur umum untuk melayani kebutuhan makan warga terdampak banjir. Langkah ini dilakukan agar warga tetap mendapatkan asupan makanan yang layak selama kondisi masih berlangsung,” ujarnya.
Ia menambahkan, dapur umum tersebut dikelola oleh perangkat desa bersama unsur masyarakat dan relawan setempat, serta berkoordinasi dengan pihak kecamatan guna memastikan distribusi makanan berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Kami terus berkoordinasi dengan Kecamatan Cikarang Utara dan pihak terkait lainnya untuk memantau kondisi di lapangan. Dapur umum akan kami operasikan sesuai kebutuhan warga dan perkembangan situasi,” tutupnya.
Reporter : Andre M Jafar
Editor : Yus Ismail
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 7
Pengunjung Bulan ini : 432402
Total Pengunjung : 4104202