Selasa, 28 Juli 2026

Ratusan Hektare Sawah Terdampak Kekeringan, Camat Pebayuran Berharap Ada Solusi Permanen

PEMERINTAHAN   Jul 28, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 91 Kali


id13394_Compress_20260728_150210_0834.jpg
Kondisi pesawahan di Desa Karangharja Kecamatan Pebayuran. Foto : Jaja Jaelani/Diskominfosantik.

PEBAYURAN – Ratusan hektare lahan sawah di empat desa di Kecamatan Pebayuran terdampak kekeringan akibat pasokan air dari saluran irigasi yang tidak mengalir optimal.

Kondisi tersebut terjadi karena adanya pendangkalan atau sedimentasi pada saluran irigasi, sehingga petani mengalami kesulitan mendapatkan suplai air untuk kebutuhan tanam padi.

Dampak paling parah dirasakan petani di Desa Karangharja yang telah mengalami gagal tanam selama hampir tiga musim tanam padi. Kondisi serupa juga dirasakan petani di sejumlah wilayah lainnya, termasuk Desa Karangsegar.

Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha menyampaikan apresiasi kepada Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja yang telah merespons keluhan petani dengan meninjau langsung kondisi saluran irigasi di wilayah tersebut pada Selasa (28/7/2026).

Menurut Hasyim, persoalan tersebut sebelumnya disampaikan para petani dalam audiensi, khususnya masyarakat Desa Karangsegar dan Desa Karangharja. Mereka mengeluhkan air irigasi yang belum dapat mengalir hingga ke area persawahan.

"Ini merupakan hasil audiensi para petani. Aspirasi yang disampaikan adalah kondisi saat ini, di mana air belum bisa masuk dan mengalir ke sawah-sawah petani," ujarnya.

Hasyim mengatakan kondisi tersebut cukup memprihatinkan, mengingat aliran air di wilayah hulu masih tersedia dengan baik. Namun, air tersebut tidak dapat menjangkau sejumlah desa akibat adanya hambatan pada saluran irigasi.

"Di hulu air melimpah dan mengalir lancar, tetapi ironisnya tidak sampai ke Desa Karangsegar maupun Karangharja," katanya.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama persoalan tersebut adalah sedimentasi pada saluran BKG 15 hingga BKG 25. Sementara untuk titik BKG 26, normalisasi telah dilakukan secara swadaya melalui kerja sama antara masyarakat, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BBWS, pihak kementerian terkait, serta Pemerintah Kabupaten Bekasi.

"Alhamdulillah, normalisasi di titik tersebut sudah terealisasi sepanjang sekitar 8 hingga 10 kilometer melalui kerja sama berbagai pihak," ungkapnya.

Namun, lanjut Hasyim, penanganan pada saluran BKG 15 hingga BKG 25 masih belum terealisasi. Padahal, pada beberapa titik terdapat sedimentasi dengan ketinggian mencapai setengah hingga satu meter yang menghambat aliran air.

"Ini menjadi keluhan masyarakat selama ini, karena air belum bisa sampai ke dua desa tersebut," jelasnya.

Hasyim berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta pihak terkait lainnya dapat segera mencari solusi permanen untuk mengatasi persoalan tersebut.

Menurutnya, kewenangan pengelolaan saluran dan debit air perlu disinergikan agar kebutuhan petani dapat terpenuhi.

Ia menegaskan, dampak kekeringan ini tidak hanya dirasakan oleh dua desa, tetapi telah meluas ke empat desa di Kecamatan Pebayuran. Kondisi tersebut sangat merugikan petani karena luas lahan terdampak mencapai hampir separuh dari total luas sawah di wilayah tersebut.

"Dari total luas sawah di Kecamatan Pebayuran sekitar 6.800 hektare, diperkirakan 2.000 hingga 3.000 hektare terdampak dan tidak bisa ditanami," ujarnya.

Hasyim menambahkan, persoalan ini menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan ketahanan pangan. Oleh karena itu, penanganan saluran irigasi perlu segera dilakukan secara menyeluruh agar petani dapat kembali bercocok tanam dan meningkatkan hasil panennya.

"Ini menyangkut ketahanan pangan, sehingga sangat urgensi untuk segera ada solusi penanganan secara tuntas agar ke depan petani bisa kembali menanam dan memanen dengan baik," pungkasnya.

Reporter : Heru Budiman

Editor : Yus Ismail

Berita Lainnya

Gerak Cepat, Disdamkar Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Cikarang Selatan
PEMERINTAHAN   Jul 28, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Perluas Distribusi Air Bersih ke 21 Desa Terdampak Kekeringan
PEMERINTAHAN   Jul 28, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Plt Bupati Bekasi Pastikan Warga Terdampak Kekeringan Mendapat Bantuan Air Bersih
PEMERINTAHAN   Jul 28, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Ratusan Hektare Sawah Terdampak Kekeringan, Camat Pebayuran Berharap Ada Solusi Permanen
PEMERINTAHAN   Jul 28, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Semarak HUT RI dan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76, Gebyar Sukatani Hadirkan Beragam Lomba dan Hiburan
PEMERINTAHAN   Jul 28, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik