Selasa, 07 Juli 2026

Puskesmas Karang Satria Berhasil Pertahankan Nol Kasus Kematian Ibu dan Bayi Sejak 2022

PEMERINTAHAN   Jul 7, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 69 Kali


id13284_Compress_20260707_192901_1302.jpg


TAMBUN UTARA - Upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) terus diperkuat Puskesmas Karang Satria melalui inovasi Bumateli Samper Bumila (Buka Mata Buka Telinga Bersama Masyarakat Perhatikan Ibu Hamil dan Melahirkan).

Berkat adanya program tersebut yang melibatkan tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, hingga masyarakat, Puskesmas Karang Satria berhasil mempertahankan nol kasus angka kematian ibu dan bayi sejak 2022 hingga saat ini.

Inovasi tersebut lahir sebagai respon atas masih tingginya angka kematian ibu di Indonesia serta pengalaman adanya 1 kasus kematian ibu akibat kegawatan obstetri yang dipicu keterlambatan penanganan di wilayah kerja Puskesmas Karang Satria pada tahun 2021 lalu.

Koordinator Program Inovasi Puskesmas Karang Satria, Ariyani, menjelaskan program Bumateli Samper Bumila dibangun melalui pendekatan kolaboratif yang mengedepankan peran aktif masyarakat dalam memantau kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara.

“Program ini mengajak seluruh unsur masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi ibu hamil dan ibu melahirkan. Dengan keterlibatan kader, keluarga, tokoh masyarakat, serta tenaga kesehatan, proses pemantauan dan pendampingan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko keterlambatan penanganan dapat diminimalkan,” ujar Ariyani pada Selasa, (07/07/2026).

Menurut Ariyani, program tersebut dijalankan melalui berbagai kegiatan yang saling terintegrasi mulai dari menghidupkan kembali Posyandu, penyelenggaraan kelas ibu hamil, kunjungan kepada ibu hamil risiko tinggi, kunjungan bulan resti, pengaktifan WhatsApp Group ibu hamil, Tim Pendamping Keluarga (TPK), Dana Sosial Ibu Bersalin (Dasolin), hingga penguatan grup kader kesehatan.

“Dalam hal ini kelas ibu hamil menjadi salah satu komponen paling penting dalam inovasinya, karena bisa memberikan edukasi menyeluruh kepada calon ibu sejak masa kehamilan hingga pasca persalinan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ariyani menyebutkan, adapun materi yang diberikan mencakup pemahaman perubahan fisik dan emosional selama kehamilan, pemenuhan nutrisi, tanda bahaya kehamilan dan persalinan, persiapan persalinan, perawatan bayi baru lahir, dukungan emosional, hingga kesehatan mental pasca persalinan.

“Kami ingin memastikan ibu hamil tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengenali risiko sejak dini dan mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat,” terang Ariyani.

Selain edukasi, katanya, pendekatan jemput bola juga dilakukan melalui kunjungan rumah kepada ibu hamil dengan risiko tinggi. Langkah tersebut memungkinkan tenaga kesehatan dan kader memantau kondisi ibu secara berkala serta memberikan pendampingan yang dibutuhkan.

Ariyani menuturkan keberhasilan program tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga keluarga yang menjadi lingkungan terdekat ibu hamil.

“Program Bumateli Samper Bumila bukan hanya sekedar program kesehatan, tetapi gerakan bersama yang menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat. Ketika semua pihak terlibat, ibu hamil merasa lebih aman, nyaman, dan terlindungi,” tuturnya.

Ariyani menambahkan berdasarkan data, dalam 5 tahun terakhir hasil implementasi program menunjukkan dampak positif yang signifikan. Selain berhasil menjaga angka kematian ibu dan bayi tetap nol, inovasi ini juga berhasil meningkatkan kunjungan ibu hamil ke fasilitas kesehatan, memperkuat pelayanan ibu nifas, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan ibu dan bayi.

“Harapan kami dengan adanya inovasi ini, kesadaran masyarakat untuk saling memperhatikan kesehatan ibu hamil dan ibu melahirkan terus meningkat. Sehingga tujuan utama program yakni melahirkan bayi sehat dan ibu selamat dapat terwujud secara berkelanjutan,” tandasnya.

Reporter : Refki Maulana

Editor : Yus Ismail

Berita Lainnya

Seni Ujungan Bekasi Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Kebudayaan
PEMERINTAHAN   Jul 7, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Puskesmas Karang Satria Berhasil Pertahankan Nol Kasus Kematian Ibu dan Bayi Sejak 2022
PEMERINTAHAN   Jul 7, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Mulai Laksanakan Tahapan Penertiban Bangli di SS Balong Tua
PEMERINTAHAN   Jul 7, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Raih Anugerah Warta Kota Awards 2026 Bidang Kesehatan
PEMERINTAHAN   Jul 6, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
BPBD Salurkan 10 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Desa Ridogalih
PEMERINTAHAN   Jul 6, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik