SUKATANI — Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menghadiri kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Nurul Huda, Kampung Srengseng, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Rabu (25/2/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekda, unsur Forkopimda dan Forkopimcam Sukatani, sejumlah kepala SKPD, serta camat.
Dalam sambutannya, Asep mengatakan Safari Ramadan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dengan para ulama dan masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.
“Ini momentum kita bisa bersilaturahmi dengan para ulama dan masyarakat yang ada di Sukatani, dan sekaligus kita mendengarkan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Safari Ramadan tahun ini dilaksanakan di empat titik wilayah berbeda di Kabupaten Bekasi. Kegiatan tersebut merupakan tradisi yang telah dijalankan pemimpin sebelumnya dan kini terus dilanjutkan, tidak hanya sebagai ajang silaturahmi tetapi juga sarana menyampaikan informasi pembangunan dan layanan publik secara langsung.
Asep menegaskan, persoalan kemacetan lalu lintas dan banjir menjadi perhatian utama pemerintah daerah ke depan. Salah satu titik yang disoroti adalah ruas Jalan Raya Pilar hingga Sukatani yang dinilai sudah tidak mampu menampung volume kendaraan akibat pesatnya pembangunan perumahan di kawasan tersebut.
Ia menyebutkan, pelebaran jalan dan normalisasi sungai menjadi langkah yang akan ditempuh untuk mengurai kemacetan sekaligus mengantisipasi banjir. Namun, di sepanjang jalur tersebut masih terdapat bangunan liar (bangli) yang harus ditertibkan.
“Untuk melakukan pelebaran jalan dan juga normalisasi, sepanjang jalan raya tersebut masih banyak bangunan liar. Mau tidak mau kita tertibkan dan kita relokasi untuk memudahkan pelebaran jalan dan juga normalisasi kali tersebut,” tegasnya.
Menurut Asep, langkah tersebut diharapkan dapat berdampak langsung terhadap kelancaran arus lalu lintas serta mengurangi risiko banjir akibat luapan sungai Cikarang.
Ia juga mengungkapkan, rencana tersebut telah dikoordinasikan dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan Sungai Cikarang.
Terkait pembiayaan, Asep menyatakan pemerintah daerah akan melakukan pergeseran anggaran untuk mendukung pembangunan jalan. Namun, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati, dirinya tetap harus mengajukan izin kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Yang menjadi konsentrasi kita selaku pemerintah daerah adalah melakukan pergeseran anggaran pembangunan jalan. Tetapi karena saya masih Plt Bupati, harus seizin Kemendagri nantinya,” pungkasnya.
Reporter : Heru Budian Timor
Editor : Fuad Fauzi
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 7
Pengunjung Bulan ini : 515083
Total Pengunjung : 4104451