Minggu, 22 Februari 2026

Safari Ramadan di Bekasi, KDM Tegaskan Reformasi Anggaran dan Kepedulian Rakyat

PEMERINTAHAN   Feb 21, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 120 Kali


id12824_Compress_20260221_233215_5208.jpg
SAFARI RAMADHAN : Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menunaikan sholat tarawih sekaligus menghadiri Safari Ramadhan 1447 H bersama Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan menghadirkan penceramah Ustadz Das'ad Latif, di Lapangan Sepak Bola Den Sakti, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Sabtu, (21/02/2026). FOTO : Endar Raziq B/Diskominfosantik.

TAMBUN SELATAN – Safari Ramadan bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dan Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja yang digelar di Lapangan Den Sakti, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Sabtu (20/02/2026) malam, berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat.

Agenda yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini menghadirkan penceramah Ustadz Das'ad Latif dan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menghadirkan tata kelola yang berpihak kepada rakyat.

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, yang akrab dipanggil KDM ini menegaskan filosofi kepemimpinan sebagai sebuah perjalanan pengabdian yang harus memberi kemudahan bagi masyarakat. 

“Sekali lagi, hidup itu adalah perjalanan, maka jalan itu harus mulus dan lurus, dan kalau ada kelokan, kelokannya harus indah,” ujarnya di hadapan ribuan warga.

Ia menjelaskan bahwa tugas menghadirkan kesejahteraan tersebut merupakan tanggung jawab penyelenggara negara yang dalam perspektif Islam dianalogikan sebagai Amilin, yaitu pengelola amanah publik. Menurutnya, pengelolaan dana masyarakat harus dilakukan secara proporsional agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat luas.

“Amilin itu tidak boleh terlalu besar mengambil bagian, batasnya sekitar 10 sampai 15 persen. Kalau terlalu besar, sisa anggaran untuk rakyat menjadi kecil dan pembangunan sulit bergerak cepat,” tegasnya.

Lebih lanjut, KDM mengkritisi pola belanja anggaran yang dinilai belum sepenuhnya efektif dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan dan infrastruktur. Ia menyoroti masih adanya Sekolah Dasar yang rusak, fasilitas tidak memadai, hingga keterbatasan tenaga pendidik di sejumlah wilayah.

“Tugas penyelenggara negara itu membereskan perut rakyat agar tidak ada yang lapar, membereskan sekolah supaya tidak ada anak yang putus sekolah, dan memastikan jalan tidak berlubang,” katanya dengan nada tegas.

Ia juga mengajak seluruh kepala daerah dan jajaran birokrasi untuk mengubah pola pikir dalam mengelola keuangan daerah agar lebih transparan dan akuntabel. Menurutnya, keterbukaan anggaran kepada publik menjadi langkah penting membangun kepercayaan sekaligus mempercepat kemajuan daerah.

“Kita umumkan secara terbuka, kita punya uang sekian, belanjanya sekian, peruntukannya sekian, rakyat harus tahu sampai titik koma anggaran kita,” ujarnya.

Selain itu, Dedi Mulyadi mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan sebagai bagian dari ketaatan terhadap hukum Allah, baik yang tertulis maupun hukum alam. Ia mencontohkan dampak pembangunan yang tidak terkendali di wilayah hulu terhadap potensi banjir di wilayah hilir seperti Kabupaten Bekasi.

“Kalau wilayah pegunungan dibangun hotel dan perumahan semua, airnya jatuh ke mana? Ke Bekasi. Kalau sungainya dangkal dan penuh sampah, banjir tidak bisa dihindari,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur di Tambun Selatan yang dikenal sebagai kawasan padat penduduk. Ia menjelaskan bahwa Desa Sumberjaya memiliki sekitar 120 ribu jiwa dan Kecamatan Tambun Selatan mencapai sekitar 700 ribu jiwa, sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam pelayanan publik.

“Sebagai Plt Bupati Bekasi, saya mengucapkan selamat Ramadan 1447 Hijriah. Alhamdulillah hari ini kita diberi nikmat sehat sehingga dapat berkumpul dalam Safari Ramadan yang digagas provinsi,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Gubernur secara langsung di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap warga di wilayah padat seperti Tambun Selatan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi dan menyerap aspirasi masyarakat secara terbuka.

“Makanya Kang Dedi Mulyadi ingin datang langsung ke sini menyapa masyarakat Tambun Selatan, khususnya warga desa yang sangat padat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Asep juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi tengah mengalokasikan anggaran untuk percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan yang rusak. Proses pergeseran anggaran sedang dilakukan agar program prioritas dapat segera direalisasikan.

“Insya Allah jalan-jalan yang jelek akan dibangun. Kita sedang menunggu pergeseran anggaran agar pelaksanaannya bisa segera berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terangnya optimistis. (*)

Reporter : Tata Jaelani

Editor      : Yus Ismail

Berita Lainnya

Safari Ramadan di Bekasi, KDM Tegaskan Reformasi Anggaran dan Kepedulian Rakyat
PEMERINTAHAN   Feb 21, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Sertijab Dandim 0509/Kabupaten Bekasi, Plt Bupati Tekankan Keberlanjutan Sinergi Pemda dengan TNI
PEMERINTAHAN   Feb 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Angkat Ekonomi Warga Pesisir, 4.000 Hektare Tambak Muaragembong Siap Direvitalisasi
PEMERINTAHAN   Feb 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Sambut Ramadan, Sekda Ajak ASN Perkuat Ibadah dan Pelayanan Publik
PEMERINTAHAN   Feb 18, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Pasca Relokasi Pasar Tumpah Depan SGC
PEMERINTAHAN   Feb 14, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik