TAMBUN SELATAN – Pemerintah Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan menjalankan tiga program unggulan sebagai upaya strategis mendukung kemandirian pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
Tiga program unggulan yang dijalankan meliputi budidaya ayam petelur, perikanan air tawar, serta penanaman sayuran pakcoy dengan sistem hidroponik.
Kepala Desa Mangunjaya Jayadi Said menjelaskan, program ayam petelur difokuskan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat sekaligus mendukung program Mencegah Balita Gizi Buruk (MBG).
"Telur ayam menjadi sumber gizi utama bagi anak-anak, sehingga diharapkan dapat menekan angka stunting di Desa Mangunjaya. Untuk program perikanan air tawar menyediakan pasokan ikan yang kaya protein dan nutrisi, ditujukan khusus bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak sekolah," kata Jayadi, Rabu (27/8/2025).
Jayadi menuturkan, program sayuran hidroponik pakcoy menjadi inovasi baru karena sesuai dengan kondisi Desa Mangunjaya yang padat penduduk dengan lahan terbatas. Hidroponik tidak memerlukan lahan luas, biayanya lebih hemat, namun hasilnya berkualitas, kaya vitamin dan mineral, serta bisa langsung dikonsumsi warga dengan harga terjangkau.
"Sebenarnya program ketahanan pangan di Desa Mangunjaya sudah berjalan sejak lama. Tapi pada tahun-tahun sebelumnya pengelolaannya langsung diberikan kepada kelompok masyarakat. Saat ini, seluruh program dikelola Pemerintah Desa melalui BUMDes, sehingga hasilnya tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat tetapi juga memberikan timbal balik berupa peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes)," terangnya.
Dalam pelaksanaannya, lanjut Jayadi, pemerintah desa melibatkan kelompok tani, kelompok ternak, dan pelaku usaha pangan lainnya. Warga juga didorong untuk menanam kebutuhan dapur seperti cabai, tomat, dan sayuran di pekarangan rumah agar kebutuhan pangan keluarga dapat terpenuhi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasar.
"Program hidroponik pakcoy sudah dua kali panen dan mendapat respon positif dari warga. Sayuran yang dihasilkan dinilai lebih segar, aman, dan bernilai gizi tinggi," ujarnya.
Meski demikian, dengan jumlah penduduk Desa Mangunjaya yang mencapai hampir 100 ribu jiwa, kebutuhan pangan lokal masih belum sepenuhnya terpenuhi. Desa Mangunjaya pun berupaya untuk terus mengembangkan program ini agar menjadi lumbung pangan sekaligus penopang kemandirian desa.
Menurut Jayadi, program ketahanan pangan ini memiliki dampak yang luas, mulai dari meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat peran UMKM melalui pemasukan pangan, memaksimalkan dana desa untuk program yang aktif, hingga menguatkan ekonomi desa melalui pengelolaan hasil panen oleh BUMDes.
“Harapan utama kami adalah meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, dan konsumsi pangan lokal yang bergizi, sekaligus menciptakan kemandirian pangan. Dengan sinergi antara petani, peternak, UMKM, serta pemerintah desa, kami optimistis Desa Mangunjaya bisa menjadi desa yang kuat secara ekonomi sekaligus mandiri dalam ketahanan pangan,” pungkasnya.
Reporter : Ike Sopiah
Editor : Yus Ismail
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 7
Pengunjung Bulan ini : 372459
Total Pengunjung : 4102914