CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama umat Kristiani menggelar Perayaan Natal Oikumene Kabupaten Bekasi Tahun 2025 di Gedung Graha Tiara, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Minggu (11/01/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, pendeta, serta umat Kristiani dari berbagai denominasi. Perayaan Natal Oikumene menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, serta meneguhkan komitmen hidup rukun di tengah keberagaman Kabupaten Bekasi.
Dalam sambutan Plt Bupati Bekasi yang dibacakan oleh Ketua Tim Binamental Spiritual Bagian Kesra Kabupaten Bekasi, H. Carlim, Pemerintah Kabupaten Bekasi menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi, saya mengucapkan selamat merayakan Natal kepada seluruh umat Kristiani di Kabupaten Bekasi. Kiranya damai, sukacita, dan kasih Natal senantiasa menyertai kita semua serta membawa berkat bagi keluarga, masyarakat, dan daerah yang kita cintai,” ujarnya.
Carlim juga menegaskan bahwa tema Natal tahun ini memiliki makna yang sangat mendalam, khususnya dalam memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Tema Natal tahun ini mengingatkan kita bahwa kehadiran Tuhan membawa harapan, keselamatan, dan kekuatan bagi keluarga sebagai pilar utama dalam kehidupan sosial,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam menjamin kebebasan beragama serta menjaga kerukunan antarumat beragama.
“Perayaan Natal ini adalah bukti nyata bahwa Kabupaten Bekasi merupakan rumah bersama, tempat seluruh umat beragama dapat hidup berdampingan secara rukun, damai, dan saling menghormati,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan Natal Oikumene Kabupaten Bekasi Tahun 2025, Marfet Lahagu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diinisiasi oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Setempat (PGIS) dan Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), bekerja sama dengan berbagai organisasi Kristen di Kabupaten Bekasi.
“Tahun ini kita telah mempersiapkan kegiatan ini selama kurang lebih tiga bulan. Puji Tuhan, puncak perayaan Natal Oikumene hari ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Marfet menambahkan bahwa tema Natal tahun ini menekankan pentingnya memulai pemulihan dan keselamatan dari lingkup keluarga, kemudian meluas ke komunitas, bangsa, dan negara.
“Fokusnya adalah keluarga. Mulai dari keluarga pribadi, lalu keluarga komunitas, hingga keluarga bangsa dan tanah air. Kami berharap tahun 2026 Kabupaten Bekasi menjadi lebih baik dan semakin maju,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyalurkan aksi diakonia sebagai wujud kepedulian sosial umat Kristiani.
“Kami memberikan diakonia kepada saudara-saudara tunanetra serta mengumpulkan persembahan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera, seperti di Tapanuli, Sumatera Barat, dan Aceh,” jelas Marfet.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban bencana dan menjadi wujud nyata kasih Natal yang tidak berhenti pada seremoni semata.
Perayaan Natal Oikumene Kabupaten Bekasi Tahun 2025 pun ditutup dengan doa dan harapan agar nilai-nilai kasih, persaudaraan, serta semangat kebersamaan terus tumbuh dan menguat dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Bekasi di tahun 2026. (*)
Reporter : Tata Jaelani
Editor : Yus Ismail
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 9
Pengunjung Bulan ini : 432249
Total Pengunjung : 4104049