KOTA BEKASI – Harian Radar Bekasi merayakan Syukuran Hari Jadi ke-17 yang digelar di Kantor Radar Bekasi, Jl. Mayor Hasibuan Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Senin (19/01/2026). Perayaan ini menjadi momentum refleksi perjalanan Harian Radar Bekasi sebagai media lokal yang konsisten mengawal informasi dan pembangunan di Kota dan Kabupaten Bekasi.
Mewakili Plt Bupati Bekasi, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi, Yanyan Akhmad Kurnia, menegaskan bahwa Radar Bekasi bukan sekadar mitra kerja pemerintah, melainkan mitra yang dibangun atas dasar kedekatan dan kepercayaan.
“Dari kami, dari Diskominfosantik, khususnya, umumnya dari Pemkab Bekasi, Radar Bekasi kami anggap bukan hanya mitra kerja sama, tetapi lebih kepada mitra berteman,” ujar Yanyan.
Menurutnya, hubungan yang dilandasi pertemanan justru melahirkan kritik yang jujur dan konstruktif. Kritik tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah agar tetap berada pada jalur yang benar dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Kalau kita sudah kenal dekat, kritik itu justru lancar dan kadang pedas. Tapi kami menyadari bahwa kritik dari Radar Bekasi adalah kritik yang membangun, bukan menyerang pribadi atau bernuansa negatif,” katanya.
Yanyan menambahkan, keberadaan media yang kritis sangat penting agar pemerintah tidak kehilangan kontrol dan selalu diingatkan ketika terjadi kekeliruan dalam pelaksanaan kebijakan.
“Inilah yang kita bangun bersama-sama, Radar Bekasi dan Pemkab Bekasi, agar pemerintah daerah tidak lost control dan tetap ada unsur kritik yang mengingatkan ketika kami melakukan kesalahan,” tambahnya.
Sementara itu, General Manager Radar Bekasi, Andi Ahmadi, menyampaikan bahwa usia 17 tahun merupakan capaian yang tidak mudah bagi sebuah media, terutama di tengah dinamika dan persaingan industri media yang semakin kompleks.
“Usia 17 tahun untuk sebuah media itu usia yang lumayan lama. Di tengah turbulensi persaingan media, ditambah era disrupsi media saat ini, Radar Bekasi bisa bertahan tentu ini pencapaian yang luar biasa,” ujar Andi.
Ia menyebut, banyak media yang hanya muncul pada momen tertentu seperti musim pemilihan kepala daerah, namun Radar Bekasi tetap konsisten hadir mengawal informasi publik.
“Alhamdulillah Radar Bekasi sudah 17 tahun terus ada dan terus hadir untuk mengawal fakta, sekaligus menjadi clearing house bagi informasi-informasi yang berseliweran di media sosial,” jelasnya.
Andi juga menegaskan pentingnya media cetak sebagai pelengkap media digital dan media sosial. Menurutnya, media cetak memiliki keunggulan dalam menjaga akurasi dan konteks informasi.
“Kalau di media sosial sering muncul informasi lama yang diviralkan ulang, kita sulit mendeteksi waktunya. Tapi di media cetak, foto kemarin saja sudah dianggap basi. Ini soal akurasi dan kejelasan informasi,” katanya.
Ia mengapresiasi pemerintah kota dan kabupaten Bekasi yang hingga kini masih menjadikan media cetak sebagai salah satu saluran komunikasi resmi, termasuk untuk pengumuman-pengumuman yang diatur oleh regulasi pemerintah pusat.
“Sampai hari ini, regulasi pengumuman lelang masih di media cetak. Itu menunjukkan bahwa media print masih relevan dan harus dipertahankan,” ungkapnya.
Andi menegaskan komitmen Radar Bekasi untuk terus menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, kritis, edukatif, dan membangun.
“Kami akan tetap menjadi media kritik, media membangun, dan media edukasi. Jangan sembunyikan hal-hal baik, sampaikan dan sebarkan demi kebaikan masyarakat Kota dan Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (*)
Reporter : Tata Jaelani
Editor : Yus Ismail
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 6
Pengunjung Bulan ini : 432306
Total Pengunjung : 4104106