Minggu, 13 September 2026

Di Balik Rindangnya Eduforest Bekasi, Ada Cerita Tentang Alam, Edukasi dan Harapan

UMUM   Sep 11, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 247 Kali


id13639_Compress_20260911_222417_7545.jpg
Alun-alun Eduforest Bekasi, yang berlokasi di Desa Tamansari Kecamatan Setu. Foto : Jaja Jaelani/Diskominfosantik.

SETU — Di tengah geliat pembangunan dan aktivitas kawasan industri Kabupaten Bekasi, hamparan pepohonan menghadirkan suasana yang berbeda di kawasan Hutan Kota Eduforest Bekasi, yang berlokasi di Desa Tamansari Kecamatan Setu.

Udara terasa lebih sejuk, pepohonan tumbuh rindang, sementara masyarakat dapat beraktivitas dan menikmati ruang terbuka di kawasan Hutan Kota Eduforest yang luasnya sekitar 5,25 hektare.

Eduforest yang hadir di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat ini tidak hanya menjadi kawasan penghijauan. Tempat tersebut dikembangkan sebagai ruang publik yang memadukan fungsi lingkungan, edukasi, sosial hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Penyuluh Kehutanan Ahli Madya sekaligus Koordinator Tim Edu Forest Cabang Dinas Kehutanan Wilayah I Bogor-Depok-Bekasi, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Nurul Khoirot mengatakan, sekitar 4 hektare dari kawasan tersebut difungsikan sebagai hutan kota dan ruang terbuka hijau. Sementara area lainnya dimanfaatkan sebagai alun-alun dan fasilitas publik yang dapat digunakan masyarakat.

"Di kawasan alun-alun, masyarakat dapat berolahraga, bersantai, menikmati kuliner, hingga berinteraksi sosial. Aktivitas UMKM juga ikut menghidupkan kawasan ini, termasuk berbagai kegiatan hiburan yang rutin digelar pada akhir pekan," ujar Nurul, saat ditemui, Jumat (11/9/2026).

Memasuki kawasan hutannya, suasana berubah menjadi lebih teduh. Berbagai jenis tanaman tumbuh di sejumlah zona, salah satunya zona khas Jawa Barat yang ditanami tanaman buah, kayu-kayuan serta berbagai jenis tanaman yang menjadi bagian dari kekayaan hayati daerah.

"Selain zona khas Jawa Barat, disini ada juga zona hutan rakyat dan zona agroforestri. Di zona agroforestri, Dinas Kehutanan mengembangkan lahan pembibitan seluas sekitar satu hektare yang mulai dikembangkan sejak Maret sebagai salah satu sumber penyediaan bibit bagi masyarakat. Bukan hanya dari Kabupaten Bekasi. Bibit yang ada di sini juga bisa dimanfaatkan masyarakat dari daerah lain,” jelasnya.

Eduforest juga menjadi rumah bagi beragam tanaman. Selain tanaman endemik, kawasan ini mulai mengembangkan tanaman eksotik, salah satunya pohon Merbau yang berasal dari Papua.

Penataan vegetasi pun dibuat dengan fungsi berbeda, mulai dari tanaman estetika di bagian depan hingga tanaman untuk pengayaan keanekaragaman hayati di bagian belakang kawasan.

"Salah satu tanaman yang sengaja dipertahankan adalah Pohon Salam. Keberadaannya diharapkan dapat mendukung habitat burung dan satwa lainnya sehingga ekosistem di kawasan Eduforest dapat berkembang secara alami," kata Nurul.

Tidak hanya menjadi tempat tumbuhnya pepohonan, Eduforest juga berfungsi sebagai laboratorium alam bagi para pelajar. Sejumlah sekolah telah memanfaatkan kawasan ini untuk kegiatan pembelajaran, pramuka, camping, kenaikan kelas dan berbagai aktivitas pendidikan lainnya. Bahkan, lebih dari 40 sekolah dasar pernah menggelar kegiatan di kawasan tersebut.

Bagi pengelola, pengalaman belajar langsung di alam memiliki nilai penting bagi generasi muda. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari buku, tetapi dapat melihat secara langsung bagaimana pohon tumbuh, bagaimana tanaman dirawat, serta mengapa lingkungan harus dijaga.

"Upaya menjaga ekosistem di sini juga dilakukan melalui perawatan tanaman secara ramah lingkungan. Ketika tanaman terserang hama dan penyakit, termasuk rayap, tim gardening tidak hanya mengandalkan insektisida, tetapi juga mengembangkan pestisida nabati dan agen hayati yang sekaligus dapat menjadi bahan edukasi lingkungan," terangnya.

Di tengah musim kemarau yang cukup panjang, perawatan tanaman menjadi tantangan tersendiri. Tim gardening secara rutin melakukan penyiraman setiap pagi selama sekitar satu hingga dua jam, sekaligus membersihkan kawasan agar tanaman utama tetap terjaga dan lingkungan tetap nyaman bagi masyarakat.

Menariknya, kepedulian terhadap alam di Eduforest juga berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi. Melalui kegiatan Pasar Pasisian Leuweung, kelompok tani hutan dan pelaku UMKM mendapatkan ruang untuk memasarkan produk sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat. Kegiatan ini juga dilengkapi pembinaan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan dan omzet penjualan.

Semangat menjaga lingkungan kemudian diperkuat melalui program Jumat Menanam, yang mengajak masyarakat menanam dan menyedekahkan pohon bagi alam. Ke depan, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat berharap Edu Forest semakin dikenal sebagai ruang belajar dan ruang publik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita ingin para pelajar bisa belajar menjaga alam, mempelajari pentingnya lingkungan dan memahami bagaimana pohon tumbuh serta memberikan manfaat bagi kehidupan,” ujar Nurul.

Menurutnya, Eduforest bukan sekadar pemandangan hijau, melainkan amanah yang harus dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan hari ini hingga generasi yang akan datang.

Reporter : Jaja Jaelani

Editor : Yus Ismail

Berita Lainnya

Di Balik Rindangnya Eduforest Bekasi, Ada Cerita Tentang Alam, Edukasi dan Harapan
UMUM   Sep 11, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Jaga Persaudaraan, Plt Bupati Bekasi Ajak Calon Kades Wujudkan Pilkades Damai
UMUM   Sep 11, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pilkades Sukadarma Tetapkan Lima Calon, Sepakati Deklarasi Damai
UMUM   Sep 9, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pilkades Sukabungah Utamakan Kondusivitas dan Singkirkan Ego Kelompok
UMUM   Sep 9, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Dua Calkades Resmi Bertarung di Pilkades Sukamanah, Panitia Pastikan Tahapan Berjalan Kondusif
UMUM   Sep 9, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik