CIKARANG PUSAT - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan kepada 500 santri penghafal Al-Qur’an melalui program Bekasi Takwa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung BAZNAS Kabupaten Bekasi, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Senin (26/10/2026).
Program ini merupakan bentuk apresiasi terhadap para santri yang menekuni hafalan Al-Qur’an sekaligus upaya memberikan motivasi agar mereka terus meningkatkan semangat dalam mempelajari dan menghafal kitab suci.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Bekasi, Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, serta para pendidik yang selama ini membimbing para santri penghafal Al-Qur’an.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua dan jajaran BAZNAS Kabupaten Bekasi, Kementerian Agama, serta para pendidik dan santri. Mudah-mudahan bantuan ini menjadi keberkahan sekaligus menambah motivasi para penghafal Al-Qur’an untuk terus belajar dan meningkatkan hafalannya,” ujar Endin.
Menurutnya, program bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Ia berharap, jumlah penerima manfaat dapat terus bertambah sehingga semakin banyak santri yang memperoleh perhatian dan dukungan.
Endin juga menegaskan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dan BAZNAS memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program kemasyarakatan, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
“Kolaborasi ini harus terus kita jaga dan tingkatkan. Bantuan BAZNAS yang langsung dirasakan masyarakat sudah memberikan banyak manfaat. Ke depan, kami berharap jangkauan programnya semakin luas sehingga lebih banyak masyarakat Kabupaten Bekasi yang dapat merasakan manfaatnya,” katanya.
Ia turut mengajak aparatur sipil negara (ASN), dunia usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Bekasi. Dengan dukungan berbagai pihak, program pemberdayaan dan bantuan sosial diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
"Ke depan, kami berharap muzaki tidak hanya berasal dari kalangan ASN, tetapi juga dari dunia usaha dan industri, sehingga melalui BAZNAS Kabupaten Bekasi, semakin banyak program yang dapat dilaksanakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Endin.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Bekasi, H. Aminulloh, menjelaskan bahwa bantuan kepada 500 santri penghafal Al-Qur’an merupakan bagian dari program Bekasi Takwa yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.
Pada program kali ini, BAZNAS Kabupaten Bekasi menyalurkan total bantuan sebesar Rp500 juta, dengan masing-masing santri menerima bantuan sebesar Rp1 juta.
Ia menyebutkan, proses penerimaan peserta dibuka melalui media daring agar dapat diakses masyarakat secara luas. Dalam program tersebut, BAZNAS tidak menetapkan batas minimal jumlah juz hafalan sebagai persyaratan utama, melainkan memberikan apresiasi kepada santri sesuai dengan ketentuan program dan mempertimbangkan usia serta kemampuan masing-masing.
“Ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada anak-anak penghafal Al-Qur’an. Kami ingin mereka merasa diperhatikan dan semakin bersemangat untuk terus menghafal. Mereka adalah generasi yang perlu kita dukung karena kelak diharapkan menjadi calon pemimpin yang berakhlak baik,” ujar Aminulloh.
Ia menambahkan, program Bekasi Takwa merupakan salah satu dari sejumlah program BAZNAS Kabupaten Bekasi, selain Bekasi Cerdas, Bekasi Sehat, Bekasi Peduli, dan Bekasi Mandiri. Program tersebut mencakup berbagai bentuk bantuan keagamaan, di antaranya dukungan bagi santri, penghafal Al-Qur’an, dan imam masjid.
Lebih lanjut, Aminulloh menyampaikan bahwa penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah selama ini masih didominasi oleh ASN. Karena itu, BAZNAS Kabupaten Bekasi berharap partisipasi sektor swasta, dunia usaha, dan industri dapat semakin meningkat.
Menurutnya, Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar dalam penghimpunan zakat seiring dengan keberadaan kawasan industri dan banyaknya tenaga kerja. Namun, perluasan kerja sama tersebut membutuhkan dukungan regulasi yang jelas agar pelaksanaannya dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Kami berharap perusahaan, para profesional, dan masyarakat yang mencari nafkah di Kabupaten Bekasi juga dapat berpartisipasi melalui zakat, infak, sedekah, maupun program tanggung jawab sosial perusahaan. Dana yang terhimpun akan kami kelola untuk membantu masyarakat Kabupaten Bekasi yang membutuhkan,” tuturnya.
Melalui program Bekasi Takwa, BAZNAS Kabupaten Bekasi berharap perhatian terhadap generasi penghafal Al-Qur’an dapat terus ditingkatkan.
"Dukungan dari pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pembinaan generasi muda yang religius, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial," jelasnya.
Salah seorang penerima bantuan, Amila Hurilaini (13), santri kelas VIII asal Cibarusah, Kabupaten Bekasi, mengaku senang menerima bantuan dari BAZNAS Kabupaten Bekasi melalui program Bekasi Takwa.
“Alhamdulillah, senang. Bantuan ini juga bisa menjadi motivasi supaya saya semakin semangat belajar dan menghafal Al-Qur’an,” ujar Amila.a@
Amila menuturkan, dirinya mulai menghafal Al-Qur’an sejak kelas IV sekolah dasar saat mulai mondok. Hingga kini, ia rutin menambah hafalan (ziyadah) dan mengulang hafalan (murojaah), termasuk setelah salat Zuhur berjamaah.
“Buat teman-teman yang seusia saya, jangan malas menghafal Al-Qur’an. Harus tetap semangat belajar, rajin murojaah, dan terus mengulang hafalan supaya tidak lupa. Semoga kita semua bisa menjadi penghafal Al-Qur’an dan mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Amila.
Reporter : Arif Tiarno
Editor : Fuad Fauzi
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 17679
Pengunjung Bulan ini : 566169
Total Pengunjung : 4244702