CIKARANG PUSAT — Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menerima audiensi Petani Bekasi Wilayah Utara, khususnya dari Cabangbungin dan Muaragembong.
Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati, Gedung Bupati, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat pada Senin (09/02/2026).
Dalam audiensi tersebut, Plt. Bupati Bekasi menegaskan persoalan pertanian di wilayah utara Kabupaten Bekasi harus ditangani secara serius dan terintegrasi, terutama menghadapi siklus tahunan kekeringan saat musim kemarau dan banjir besar saat musim hujan.
“Musim panas kekeringan, musim hujan kebanjiran. Ini PR kita ke depannya. Ada siklus lima tahunan sekali banjirnya sangat besar. Tapi kita tidak bisa berdiam diri, semua harus kita antisipasi,” kata Asep.
Ia menyampaikan, salah satu langkah yang tengah dikawal pemerintah daerah adalah penyelesaian pembangunan Bendung BSH 0 di Sukajaya, Cibitung, yang ditargetkan rampung pada awal Maret 2026. Asep meminta agar proses penyelesaian proyek tersebut terus dipantau, mengingat pekerjaan sempat terhambat akibat dinamika cuaca hujan dan banjir.
“Targetnya awal Maret selesai. Jadi begini saja, silakan nanti perwakilan petani yang hadir ini ikut mendampingi di lapangan, supaya lebih tahu prosesnya. Kalau suasananya hujan terus, kita bisa sama-sama pantau dan saling komunikasi,” tegasnya.
Menurut Asep, pendampingan perwakilan petani penting dilakukan agar tidak terjadi miskomunikasi apabila terdapat perubahan jadwal atau hambatan teknis di lapangan akibat kondisi cuaca.
Selain pembangunan bendung, Asep juga menyoroti dampak banjir terhadap sektor pertanian, termasuk kondisi gagal tanam yang dialami petani di wilayah utara Kabupaten Bekasi. Ia meminta agar penanganan pascabanjir, termasuk upaya pemulihan lahan dan kebutuhan petani untuk kembali melakukan tanam, dipastikan berjalan cepat melalui koordinasi lintas instansi.
“Karena banjir ini banyak yang gagal tanam. Ini harus dipastikan penanganannya, jangan sampai miss,” ujarnya.
Asep juga menyampaikan rencana jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan di lahan pertanian, yakni melalui pembangunan sumur satelit tenaga surya, dengan mengambil contoh praktik yang telah diterapkan di Surabaya.
“Kita rencanakan jangka panjang belajar dari sumur satelit tenaga surya dari Surabaya. Di tanah yang tandus bisa panen setahun tiga kali. Ini khusus untuk daerah yang kekeringan. Ini alternatif untuk mengairi sawah dari air tanah,” ucapnya.
Menurut Asep, solusi tersebut perlu dipersiapkan sejak dini, terutama untuk wilayah pertanian yang kerap mengalami kekeringan, sekaligus menjadi bagian dari penguatan sektor pangan yang kini menjadi prioritas nasional.
“Pertanian ini prioritas. Ke depan kita siapkan dan ajukan, bahkan bisa kita rencanakan kunjungan belajar bersama petani,” katanya.
Dalam audiensi itu, Plt. Bupati Bekasi juga menekankan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah agar penanganan pertanian, banjir, sampah sungai, hingga infrastruktur bisa berjalan cepat dan tidak terhambat komunikasi. Ia meminta agar dibuat kanal komunikasi khusus yang melibatkan perangkat daerah terkait.
Tak hanya itu, Asep turut menyoroti persoalan sampah di sejumlah sungai yang berdampak pada tersumbatnya aliran air. Ia meminta dilakukan pendataan titik-titik sungai yang tersumbat, terutama pada lokasi jembatan rendah yang kerap menjadi tempat penumpukan sampah.
“Saya ingin semua kali sungai di semua kecamatan diidentifikasi. Biasanya yang jembatannya rendah itu nyangkut di situ. Didata ada berapa sungai yang tersumbat karena sampah. Saya pengen tahu,” tegasnya.
Asep juga menyampaikan bahwa upaya penanganan banjir, termasuk penguatan tanggul, masih membutuhkan dukungan lintas kewenangan dan anggaran besar. Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah akan terus mendorong langkah pencegahan agar dampak banjir tidak terus berulang setiap tahun.
Menutup pertemuan, Plt. Bupati Bekasi menyampaikan komitmennya untuk mendorong kesejahteraan petani di Kabupaten Bekasi. Ia meminta para petani untuk terus memberikan masukan agar kebijakan pemerintah daerah benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
“Saya mohon masukannya agar para petani ini berjaya. Karena kalau petani makmur, negara akan jaya. Saya juga anak petani, jadi saya sedikit paham,” pungkasnya.
Reporter : Fajar CQA
Editor : Fuad Fauzi
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 10
Pengunjung Bulan ini : 514928
Total Pengunjung : 4104296