Pengawasan Pemilu Diperkuat, Bawaslu Bekasi Sasar Pemilih Pemula Lewat Sekolah
UMUM
Apr 24, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 77 Kali
BAWASLU : Bawaslu Kabupaten Bekasi Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Barat dalam rangka memperkuat pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sekaligus mendorong partisipasi aktif pemilih pemula di lingkungan pendidikan. foto : Andre Jafar
CIKARANG UTARA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bekasi terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas demokrasi melalui penguatan sinergi lintas sektor. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menjalin kolaborasi strategis dengan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Barat dalam rangka memperkuat pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sekaligus mendorong partisipasi aktif pemilih pemula di lingkungan pendidikan.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana konstruktif tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi antara penyelenggara pengawasan pemilu dengan dunia pendidikan. Agenda utama yang dibahas mencakup penguatan pengawasan terhadap proses PDPB agar berjalan secara akurat dan berkelanjutan, serta sosialisasi pengawasan partisipatif yang menyasar pelajar sebagai pemilih pemula.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi, Akbar Khadafi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kolaborasi dengan KCD Pendidikan Wilayah III merupakan langkah strategis dalam menjangkau basis pemilih pemula yang mayoritas berada di lingkungan sekolah.
“Kerja sama ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa adik-adik kita yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih benar-benar terdata secara akurat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jangan sampai ada yang terlewat atau kehilangan hak pilihnya hanya karena persoalan administratif,” ujarnya saat di wawancarai pada Jumat (24/4/2025).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan fondasi utama dalam menjamin kualitas pemilu yang demokratis dan berintegritas. Menurutnya, data pemilih yang akurat akan berdampak langsung pada legitimasi hasil pemilu.
“PDPB harus kita kawal bersama. Ini bukan hanya tugas penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan. Sekolah memiliki peran penting dalam membantu mengidentifikasi siswa yang telah memenuhi syarat usia untuk menjadi pemilih,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Akbar juga menambahkan pentingnya membangun kesadaran politik dan demokrasi di kalangan generasi muda sejak dini. Ia menilai bahwa pelajar tidak hanya diposisikan sebagai pemilih pasif, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari pengawasan partisipatif.
“Kami ingin menanamkan bahwa menjadi pemilih itu bukan hanya datang ke TPS dan mencoblos. Lebih dari itu, generasi muda harus berani terlibat dalam mengawal proses demokrasi. Pengawasan partisipatif adalah ruang bagi mereka untuk ikut memastikan pemilu berjalan jujur dan adil,” tegasnya.
Ia menambahkan, dengan pemahaman yang baik tentang demokrasi dan pengawasan pemilu, para pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, baik di sekolah maupun di masyarakat.
“Generasi muda hari ini adalah pemimpin masa depan. Jika sejak sekarang mereka sudah dibekali dengan nilai-nilai integritas dan kepedulian terhadap demokrasi, maka kita optimistis kualitas pemilu ke depan akan semakin baik,” tambahnya.
Kolaborasi antara Bawaslu dan KCD Pendidikan Wilayah III ini juga diarahkan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sadar demokrasi. Melalui berbagai program sosialisasi, diharapkan para siswa tidak hanya memahami pentingnya hak pilih, tetapi juga memiliki keberanian untuk melaporkan potensi pelanggaran pemilu di lingkungannya.
Bawaslu Kabupaten Bekasi sendiri berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan sosialisasi pengawasan partisipatif dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas pelajar, organisasi kepemudaan, hingga lembaga pendidikan formal dan nonformal.
Melalui langkah ini, diharapkan tidak hanya tercipta data pemilih yang akurat dan mutakhir, tetapi juga tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk ikut serta dalam mengawal jalannya demokrasi.
Reporter : Andre M Jafar
Editor : Fuad Fauzi