Kamis, 20 Januari 2022

Penarik Becak Pasar Bojong, Bertahan Hidup di Tengah Kehadiran Ojek Online

EKONOMI   Jan 14, 2022  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 669 Kali


id4020_Compress_20220114_222802_2217.jpg
Pak Alen, seorang penarik becak di sekitar Pasar Bojong Kedungwaringin.

KEDUNGWARINGIN - Kemajuan zaman membawa peradaban manusia kepada perkembangan teknologi yang terus-menerus bertranformasi tanpa henti. 

Kemajuan teknologi melahirkan profesi-profesi baru, seperti halnya di bidang transportasi. Bahkan saat ini banyak angkutan umum mulai bertransformasi ke ranah digital menjadi ojek online.

Namun bagi sebagian kecil masyarakat di Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi, kemajuan teknologi transportasi tidak terlalu berpengaruh bagi mereka.

Di wilayah paling timur Kabupaten Bekasi itu, masih banyak warga yang memanfaatkan jasa penarik becak dalam beraktivitas sehari-hari.

Di Kecamatan Kedungwaringin sendiri, khususnya di sekitar Pasar Bojong, ada sekitar 50 orang yang berprofesi sebagai penarik becak. Daerah tersebut mungkin menjadi satu-satunya lokasi dengan jumlah becak terbanyak di Kabupaten Bekasi.

Pak Alen misalnya, pria yang mulai memasuki usia senja itu tetap semangat mengayuh pedal becaknya di tengah sengatan matahari yang sedang panas-panasnya.

Menurut penuturannya, ia sudah menjalani profesi sebagai tulang punggung keluarga selama 30 tahun menjadi penarik becak.

"Saya narik becak sudah hampir 30 tahun, karena gak punya motor buat ngojeg, jadi pakai becak terus aja," ucap Pak Alen saat ditemui di sekitar Pasar Bojong, Kedungwaringin, Jumat (14/01/22).

Tubuh pria yang mulai menginjak usia 75 tahun itu terlihat dari garis-garis biru kehijauan yang mulai nampak jelas dari kulitnya yang mulai mengerut. Ditambah pori-pori kulitnya yang terlihat rapat dan mengkilap akibat sengatan matahari langsung.

Bagi Pak Alen, becak menjadi ladang penghasilan satu-satunya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari dalam mencari sesuap nasi di jalanan. 

Meski terasa semakin sulit untuk mencari penumpang, namun dirinya tetap yakin kalau rezeki sudah ada yang mengatur.

"Memang agak sulit sekarang cari penumpang, paling kita sasarannya yang baru habis belanja di pasar atau anak-anak yang diantar orang tuanya sekolah," katanya.

Kebanyakan tukang becak di lokasi tersebut mendapat penumpang warga yang pulang dari Pasar Bojong dengan membawa banyak barang belanjaan yang harus ditarik. 

"Kalau sekali narik sambil bawa belanjaan paling jarak tempuhnya biasanya antara 1 sampai 2 kilometer," tuturnya.

Meski setiap hari harus menarik beban yang cukup berat, Pak Alen tetap bertahan menjalani profesinya dengan semangat yang tinggi.

Pak Alen mengaku, setiap hari mulai mengayuh becak mulai pukul 05.00 WIB pagi hingga pukul 17:30 WIB sore dengan penghasilan yang tidak terlalu besar.

"Penghasilan perhari, paling dapat Rp50.000, kadang lebih sedikit. Tapi saya tetap bersyukur. Alhamdulillah masih bisa membesarkan 7 orang anak. Ya dicukup-cukupin aja," ujarnya.

Reporter : Nur Rachman Akbar

Editor     : Yus Ismail

 

 

Berita Lainnya

Pemkab Bekasi Siapkan 20 Ribu Liter Minyak Goreng pada OPM Kedua
EKONOMI   Jan 17, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Gelar Operasi Pasar Murah Minyak Goreng di Babelan
EKONOMI   Jan 17, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Harga Cabai Rawit di Kabupaten Bekasi Mulai Turun
EKONOMI   Jan 15, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Penarik Becak Pasar Bojong, Bertahan Hidup di Tengah Kehadiran Ojek Online
EKONOMI   Jan 14, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Bangkitkan Ekonomi Warga, Desa Lambangsari Bangun Pusat Kuliner
EKONOMI   Jan 14, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik