Sabtu, 29 Agustus 2026

Pemkab Bekasi Salurkan 20 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

SOSIAL   Aug 28, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 136 Kali


id13537_WhatsApp Image 2026-08-28 at 10.31.03.jpeg
BANTUAN : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menyalurkan sekitar 20 ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diberangkatkan menggunakan empat truk dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (28/8/2026). foto : Jaja Jaelani

CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menyalurkan sekitar 20 ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diberangkatkan menggunakan empat truk dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (28/8/2026).

Pelepasan bantuan dilakukan langsung Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di halaman Kantor BPBD Kabupaten Bekasi, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat.

Bantuan yang dikumpulkan terdiri atas sejumlah kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari, di antaranya beras, mi instan, air mineral, susu, serta perlengkapan bayi.

“Alhamdulillah, hari ini kita memberikan sedikit bantuan untuk masyarakat di NTT agar meringankan beban mereka,” kata Asep Surya Atmaja.

Asep mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Kabupaten Bekasi terhadap warga yang terdampak bencana. Ia berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap korban bencana terus berlanjut.

“Ke depan, Bekasi selalu peduli dengan adanya bencana yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Pemkab Bekasi juga akan memantau perkembangan kondisi di NTT. Jika situasi bencana masih berlangsung dan kebutuhan bantuan meningkat, Pemkab Bekasi membuka kemungkinan kembali mengirimkan bantuan.

“Kalau misalnya gempanya masih, kita bantu lagi,” kata Asep Surya Atmaja.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis mengatakan, bantuan tersebut berasal dari berbagai elemen masyarakat, dunia usaha, serta pengusaha yang tergabung dalam klaster logistik.

Menurut Muchlis, BPBD sebelumnya telah membuka posko pengumpulan bantuan. Gerakan penggalangan bantuan juga dilakukan di tingkat desa, salah satunya Desa Karang Raharja yang mengumpulkan bantuan dari masyarakat untuk disalurkan melalui BPBD Kabupaten Bekasi.

“Yang pertama bantuan yang kita terima ini dari industri. Kemudian ada juga dari pengusaha yang tergabung dalam klaster logistik. Ada juga dari masyarakat,” jelasnya.

Muchlis menjelaskan, jenis bantuan yang dikirim disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak dan arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Karena itu, bantuan yang diberangkatkan diprioritaskan untuk kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari.

“BNPB sudah menentukan barang-barangnya. Jadi tidak asal bantuan apa saja, karena kita memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat,” katanya.

Empat truk bantuan tersebut tidak langsung dikirim melalui jalur darat menuju NTT. Seluruh logistik terlebih dahulu dibawa ke Bandara Halim Perdanakusuma untuk diterima posko BNPB.

Selanjutnya, BNPB akan mengatur proses pengiriman bantuan ke wilayah terdampak, termasuk bongkar muat, penentuan pesawat, hingga lokasi tujuan akhir.

“Teman-teman BNPB yang mengatur teknis keberangkatannya, mulai dari masuk gudang, bongkarnya jam berapa, keberangkatannya, menggunakan pesawat apa, sampai turun di mana,” ujar Muchlis.

Menurutnya, mekanisme pengiriman melalui jalur udara dipilih karena kondisi geografis NTT yang terdiri atas banyak pulau. Pengiriman melalui jalur darat tidak memungkinkan, sementara jalur laut membutuhkan waktu lebih lama.

Untuk distribusi melalui jalur udara, BNPB berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara melalui Bandara Halim Perdanakusuma.

Muchlis menambahkan, Pemkab Bekasi masih membuka peluang untuk kembali menggalang bantuan apabila kebutuhan di NTT masih tinggi. Posko tambahan juga dapat dibuka di sejumlah lokasi yang mudah dijangkau masyarakat, termasuk kawasan industri.

“Kalau memang nanti banyak masyarakat yang ingin memberikan bantuan lagi, tidak menutup kemungkinan kita buka posko lagi,” katanya.

Ia mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi untuk terus menjaga semangat gotong royong dan membantu masyarakat di daerah yang terdampak bencana.

“Apabila memang ada kemudahan untuk memberikan bantuan ke daerah-daerah yang sedang tertimpa bencana, khususnya NTT, silakan,” pungkasnya.

Reporter : Dani Ibrahim

Editor : Fuad Fauzi

Berita Lainnya

Pemkab Bekasi Salurkan 20 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di NTT
SOSIAL   Aug 28, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Desa Karangraharja Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT
SOSIAL   Aug 27, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Meriahkan Hari Jadi ke-76, Pemkab Bekasi Gelar Sterilisasi Gratis di 3 Poskeswan
SOSIAL   Aug 27, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Dekatkan Layanan Kesehatan Pekerja, Puskesmas Danau Indah Gandeng Perusahaan Wujudkan Pos UKK
SOSIAL   Aug 26, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik