Rabu, 27 Mei 2026

Pelatihan Menjahit Batch 2 PT Yutaka Lahirkan Kreativitas dan Buka Peluang Usaha

UMUM   May 26, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 212 Kali


id13142_Compress_20260526_182158_8090.jpg
PELATIHAN MENJAHIT : Pemkab Bekasi apresiasi PT. Yutaka Manufacturing Indonesia salurakan CSR perusahaan melalui Pelatihan Menjahit Fashion, melibatkan pendamping dari Telaga Batik.

CIKARANG TIMUR - Pemerintah Kabupaten Bekasi mengapresiasi pelatihan menjahit Batch 2 program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Yutaka Manufacturing Indonesia yang dinilai mampu meningkatkan keterampilan, kreativitas, hingga membuka peluang usaha mandiri bagi masyarakat yang digelar di Gedung Wibawa Mukti Creative Hub, Kompleks Stadion Wibawa Mukti, Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur. Selasa, (26/05/2026).

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Didik Setiadi mengatakan program CSR PT Yutaka merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat di sekitar kawasan industri yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan keterampilan warga. Pelatihan ini bekerjasama dengan Dinas Pariwisata melalui fasilitas Wibawa Mukti Creative Hub.

“Pelatihan ini bukan hanya meningkatkan keterampilan menjahit, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pelatihan ini para peserta tidak hanya mampu menjahit, tetapi berpotensi berkembang menjadi desainer fashion di masa mendatang,” ujarnya.

Didik menambahkan, setelah pelatihan selesai, peserta masih membutuhkan dukungan lanjutan berupa permodalan, pemasaran, hingga pendampingan usaha agar hasil pelatihan dapat benar-benar diterapkan dalam dunia kerja maupun usaha mandiri. Pihak perusahaan juga perlu hadir membantu peserta agar mampu mengembangkan usaha jahit maupun bisnis fashion secara berkelanjutan.

"Keberadaan Wibawa Mukti Creative Hub semakin dikenal masyarakat sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Bekasi. Kami berharap kedepan fasilitas dan subsektor ekonomi kreatif di lokasi tersebut diharapkan semakin lengkap sehingga mampu menjadi wadah bagi masyarakat dalam mengembangkan inovasi dan kreativitas," pungkasnya.

Sementara itu, Management Representative CSR PT Yutaka Manufacturing Indonesia, Ayu Sri Indriyani menjelaskan pelatihan Batch 2 merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang telah membekali peserta dengan pengetahuan tren fashion, keterampilan menjahit, hingga dasar desain busana.

"Tadi kita bisa lihat bahwa hasil karya peserta batch 1 ditampilkan dalam peragaan fashion show menunjukkan kualitas busana yang baik, dengan model busana modern yang tetap mengangkat unsur kearifan lokal melalui penggunaan motif batik, batch 1 peserta 5 orang pada batch 2 ini 6 orang," ucapnya.

Menurutnya, program CSR tersebut tidak hanya fokus pada pelatihan menjahit, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru di bidang fashion, nantinya para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi langsung mempraktikkan keterampilan menjahit dan desain agar mampu mandiri setelah pelatihan berakhir.

“Tujuan utamanya adalah membangun kemandirian finansial masyarakat melalui keterampilan yang dapat langsung menghasilkan nilai ekonomi, dua peserta terbaik juga menerima penghargaan berupa mesin jahit sebagai bentuk dukungan agar mereka dapat langsung memulai usaha mandiri dari rumah,” jelasnya.

Ayu menambahkan, instruktur pelatihan berasal dari pelaku UMKM Telaga Batik yang telah berpengalaman mendampingi berbagai program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, Kehadiran instruktur tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi dan inspirasi kepada peserta, khususnya generasi muda yang ingin menekuni dunia fashion dan usaha kreatif.

Sementara itu, peserta pelatihan Batch 1, Nurul Najwa Sabila (23), warga Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, mengaku memperoleh banyak pengalaman dan keterampilan baru setelah mengikuti pelatihan menjahit tersebut. Ia mengetahui program pelatihan melalui media sosial Instagram sebelum mengikuti proses registrasi dan seleksi peserta.

Nurul menjelaskan, selama mengikuti pelatihan dirinya belajar membuat berbagai jenis pakaian, mulai dari busana seperti yang diperagakan dalam fashion show hingga pembuatan celana. Dalam satu bulan pelatihan, peserta mengikuti empat kali pertemuan yang mencakup proses membuat pola, memotong bahan, hingga menjahit pakaian secara utuh.

"Pelatihan menjahit fashion dari CSR PT. Yutaka Manufacturing Indonesia memberi motivasi saya untuk membuka usaha sendiri di rumah, saya berencana mengembangkan usaha konveksi maupun jasa jahit rumahan dengan memanfaatkan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan," ujarnya.

Reporter : Endar Raziq B.

Editor : Yus Ismail

Berita Lainnya

Program SUMIJAN Posyandu Edelweiss, Ubah Minyak Jelantah Jadi Dana Operasional
UMUM   May 26, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pelatihan Menjahit Batch 2 PT Yutaka Lahirkan Kreativitas dan Buka Peluang Usaha
UMUM   May 26, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Jaga Bekasi On The Spot, Polres Metro Bekasi Perkuat Kamtibmas dan Dorong UMKM Warga Sukabungah
UMUM   May 25, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Satu RW Satu Bank Sampah, DLH Targetkan Pembentukan 200 Bank Sampah di 2026
UMUM   May 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Atasi Pendangkalan Muara Ciherang, BBWS Ciliwung Cisadane Segera Turunkan Alat Berat
UMUM   May 20, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik