Minggu, 07 Juni 2026

Program SUMIJAN Posyandu Edelweiss, Ubah Minyak Jelantah Jadi Dana Operasional

UMUM   May 26, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 213 Kali


id13141_IMG_20260526_143849.jpg
Program Sumbangan Minyak Jelantah (Sumijan) Posyandu Edelweiss A Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan.

TAMBUN SELATAN - Posyandu Edelweiss A Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, memiliki inovasi unik dalam mengelola limbah rumah tangga melalui program Sumijan (Sumbangan Minyak Jelantah).

Program ini mengumpulkan minyak jelantah melalui donasi warga untuk kemudian dijual dan hasilnya dimanfaatkan kembali untuk operasional dan kegiatan masyarakat khususnya Posyandu.

Perwakilan Kader Posyandu Edelweiss A, Rosmawati, mengatakan program sumbangan minyak jelantah ini menjadi salah satu program Posyandu. Dimana minyak jelantah tersebut dikumpulkan dari seluruh warga yang dikoordinir pihak RT dan kader Posyandu di masing-masing lingkungan.

“Minyak ini kami kumpulkan di PKK RW dan dijual kepada pengepul yang telah bekerja sama dengan kami. Jadi hasil penjualannya, kami gunakan untuk operasional dan kegiatan yang ada di PKK, Posyandu, Kampung KB, hingga mendukung kegiatan remaja,” ujarnya pada Selasa, (26/05/2026).

Program ini bekerja sama dengan pengepul setempat. Pihaknya memastikan pengepul bekerja sama dipilih secara selektif agar minyak jelantah dimanfaatkan secara tepat dan tidak disalahgunakan.

Rosmawati menambahkan program Sumijan sudah berjalan hampir 10 tahun dan membawa banyak manfaat bagi wilayahnya. Selain untuk membantu kegiatan sosial masyarakat, program Sumijan juga sebagai bentuk edukasi kepada warga supaya tidak membuang minyak jelantah sembarangan.

“Dulu ibu-ibu biasanya langsung membuang sisa minyak gorengnya. Sekarang adanya program Sumijan warga jadi rajin mengumpulkan. Program ini juga menjadi sedekah warga melalui Minyak Jelantah, karena hasilnya kita manfaatkan kembali untuk kepentingan warga istilahnya dari warga ke warga,” jelasnya.

Menurutnya, pembuangan minyak jelantah secara sembarangan berpotensi mencemari lingkungan dan menyebabkan saluran air tersumbat akibat lemak Minyak. Oleh karena itu, program ini juga menjadi salah satu contoh pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.

“Alhamdulillah setelah adanya program Sumijan ini turut memotivasi lingkungan lain. Bahkan sudah banyak warga yang kini mulai mengkoordinir pengumpulan minyak jelantah untuk dimanfaatkan secara mandiri,” terangnya.

Rosmawati berharap program seperti Sumijan bisa menjadi inspirasi dan contoh yang diterapkan di wilayah lain untuk pemanfaatan serupa.

Reporter : Refki Maulana

Editor : Yus Ismail

Berita Lainnya

Dinas Lingkungan Hidup : Peran Bank Sampah Jadi Kunci Pengurangan Sampah dan Efisiensi PSEL
UMUM   Jun 5, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Komisi III Dorong Penguatan Koordinasi dan Evaluasi Pengelolaan IPAL di TPA Burangkeng
UMUM   Jun 3, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Salat Idul Adha di Masjid Nurul Huda Cibitung, Khotib Ajak Jemaah Perkuat Ketundukan kepada Allah
UMUM   May 27, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Wukuf: Syiar Keislaman dan Keuniversalan
UMUM   May 27, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Program SUMIJAN Posyandu Edelweiss, Ubah Minyak Jelantah Jadi Dana Operasional
UMUM   May 26, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik