Jumlah Dokter Gigi Masih Terbatas, Plt Bupati Bekasi Minta PDGI Jalin Kerjasama dengan Perguruan Tinggi
PEMERINTAHAN
Apr 11, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 84 Kali
PELANTIKAN PENGURUS PDGI : Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Bekasi periode 2025-2030, yang berlangsung di Hotel Java Palace Jababeka, Sabtu (11/4/2026). FOTO : ARIF TIARNO / NEWSROOM DISKOMINFOSANTIK.
CIKARANG UTARA - Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Bekasi yang berlangsung di Hotel Java Palace Jababeka Cikarang, pada Sabtu (11/4/2026).
Dalam sambutannya, Plt Bupati Bekasi mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PDGI yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa amanah yang diemban bukanlah tugas ringan, namun ia optimistis para pengurus mampu menjalankannya dengan baik.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PDGI Kabupaten Bekasi yang hari ini resmi dilantik. Amanah ini bukan hal ringan, tapi saya yakin dengan kompetensi, dedikasi, dan semangat pengabdian yang dimiliki, seluruh pengurus mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Asep juga menyampaikan masih terbatasnya jumlah dokter gigi dibandingkan kebutuhan masyarakat. Ia bahkan secara langsung menanyakan kepada jajaran Dinas Kesehatan terkait kondisi tersebut, dan mendapatkan jawaban bahwa jumlah dokter gigi masih kurang.
Menurutnya, kebutuhan layanan kesehatan gigi dan mulut semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk Kabupaten Bekasi yang kini mencapai sekitar 3,4 juta jiwa. Sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan keberagaman masyarakat dari berbagai daerah dan negara, kebutuhan layanan kesehatan yang merata menjadi sangat penting.
“Dokter umum mungkin sudah cukup banyak, tapi dokter gigi masih kurang, terutama di wilayah utara seperti Muara Gembong dan sekitarnya,” jelasnya.
Ia pun mendorong PDGI Kabupaten Bekasi untuk menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki program studi kedokteran gigi. Salah satu langkah yang diusulkan adalah menempatkan dokter gigi internship di wilayah-wilayah yang masih kekurangan tenaga medis.
“Kita harapkan ada kerja sama dengan universitas, sehingga dokter gigi internship bisa ditempatkan di daerah-daerah yang masih minim tenaga, seperti di wilayah utara,” tambahnya.
Selain itu, Asep juga menekankan pentingnya peran dokter gigi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut. Ia mengingatkan bahwa penyakit gigi yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi kontribusi PDGI dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk bakti sosial yang dinilai sangat membantu masyarakat.
“Kami mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang dilakukan PDGI. Ini merupakan langkah nyata dan positif dalam membantu masyarakat serta meningkatkan akses layanan kesehatan,” katanya.
Asep berharap ke depan PDGI dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan edukasi, pelayanan, serta pemerataan akses kesehatan gigi di Kabupaten Bekasi.
“Ke depan, kita perlu kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan PDGI untuk meningkatkan edukasi, promotif, dan preventif, serta memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat,” tutupya.
Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Bekasi, drg. Febrina Roulita Siregar, MKM menegaskan komitmennya untuk menjadikan PDGI Cabang Kabupaten Bekasi sebagai organisasi profesi dokter gigi yang profesional, inovatif, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan pelayanan yang berorientasi pada kemanusiaan, PDGI Kabupaten Bekasi di bawah kepemimpinannya terus memperkuat peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut, khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi.
Febrina mengungkapkan bahwa selama ini PDGI telah aktif bersinergi dengan pemerintah daerah serta berbagai organisasi profesi kesehatan lainnya. Kolaborasi tersebut terbukti nyata dalam berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari keterlibatan dalam penanganan bencana gempa di Cianjur hingga kegiatan bakti sosial rutin saat banjir melanda wilayah Kabupaten Bekasi.
“Kami selalu hadir bersama organisasi profesi lain, memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, edukasi, hingga trauma healing bagi anak-anak korban bencana. Ini adalah bentuk kepedulian kami yang tulus kepada masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya itu, PDGI Kabupaten Bekasi juga terus menghadirkan terobosan sejak awal tahun 2026. Meski pelantikan pengurus baru bersifat seremonial, berbagai program inovatif telah dijalankan, salah satunya bakti sosial pada 12 Januari 2026 dalam rangka Hari Ulang Tahun PDGI.
"Ya kegiatan tersebut menyasar anak-anak berkebutuhan khusus di SLB Wijaya Kusuma, Desa Gandasari, Cikarang Barat, dengan agenda penyuluhan, pemeriksaan kesehatan gigi, serta pendekatan pelayanan yang lebih humanis. Kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dalam kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya dukungan lintas sektor," katanya.
Reporter : Andre M Jafar
Editor : Yus Ismail