CIKARANG PUSAT – Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) mengapresiasi penyelenggaraan Job Fair Virtual Kabupaten Bekasi. Kegiatan tersebut dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam mempertemukan kebutuhan tenaga kerja industri dengan kompetensi para pencari kerja.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Pusat Pasar Kerja Kemnaker RI, R. Nurhidajat, saat menghadiri kegiatan Job Fair Virtual Batch 3 Kabupaten Bekasi yang berlangsung di Hotel Le Premier Kota Deltamas, Kamis (5/11/2026).
Menurut Nurhidajat, pelaksanaan Job fair virtual menjadi bagian penting dalam menyelaraskan informasi pasar kerja dengan kemampuan atau skillset yang dimiliki para pencari kerja.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut, pencari kerja dapat mengetahui kompetensi yang dibutuhkan perusahaan sekaligus mengevaluasi kemampuan diri yang masih perlu ditingkatkan.
“Pencari kerja bisa mengetahui kekurangan keterampilan yang dimiliki. Nah, untuk mengejar kekurangan tersebut, tersedia balai latihan kerja yang disediakan pemerintah daerah maupun Kementerian Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Ia menegaskan, keterampilan menjadi salah satu faktor penting agar tenaga kerja dapat memenuhi kebutuhan dunia industri. Bahkan, berdasarkan hasil komunikasi dengan salah satu perusahaan, masih terdapat sekitar 90 posisi pekerjaan yang belum terisi karena perusahaan membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi sesuai kualifikasi.
“Perusahaan tidak mungkin membayar orang yang tidak memiliki keterampilan. Jadi, skill ini memang sangat diperlukan agar cocok dengan kebutuhan dunia industri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nurhidajat menyampaikan bahwa Kemnaker RI saat ini tengah mendorong program tailor-made training, yakni pelatihan kerja yang dirancang sesuai kebutuhan dan permintaan industri.
Melalui program tersebut, pelatihan diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan pencari kerja, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan perusahaan sehingga kesenjangan kompetensi atau skill mismatch dapat dikurangi.
“Kami berharap melalui peningkatan kesesuaian antara keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan industri, faktor ketidaksesuaian kompetensi bisa ditekan dan pada akhirnya membantu menurunkan tingkat pengangguran,” katanya.
Nurhidajat juga menegaskan bahwa Kemnaker RI siap mendukung keberlanjutan Job Fair Virtual Kabupaten Bekasi, termasuk memperbarui informasi pasar kerja secara berkala agar pemerintah daerah memiliki gambaran mengenai kebutuhan tenaga kerja di wilayahnya.
Informasi tersebut nantinya dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam mempersiapkan lulusan SMK dan perguruan tinggi agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
“Kami dari Kementerian Ketenagakerjaan menyambut baik dan siap mendukung kegiatan seperti ini. Kami juga akan berkoordinasi dengan institusi terkait, termasuk lembaga pelatihan kerja yang ada di Bekasi,” ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Bekasi, lembaga pelatihan kerja, dunia pendidikan, dan sektor industri dapat terus diperkuat.
Dengan demikian, tingkat penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Bekasi semakin meningkat, kesenjangan keterampilan dapat diminimalkan, serta angka pengangguran terbuka di Kabupaten Bekasi maupun Jawa Barat dapat terus ditekan.
Reporter : Andre M Jafar
Editor : Yus Ismail
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 18441
Pengunjung Bulan ini : 599410
Total Pengunjung : 4567859