CIKARANG PUSAT - Camat Muaragembong, Sukarmawan, mengajak lima kepala desa yang baru dilantik untuk menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi dalam membangun wilayah. Kelima kepala desa tersebut yakni Kepala Desa Jayasakti, Desa Pantai Mekar, Desa Pantai Bahagia, Desa Pantai Sederhana, dan Desa Pantai Bakti.
Sukarmawan mengatakan, meskipun wilayah desa di Muaragembong masih banyak daerah terpencil dan wilayah terjauh dari ibu kota Kabupaten Bekasi, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk tertinggal dalam pembangunan.
“Muaragembong memang wilayah terjauh, tetapi bukan berarti tertinggal. Kita harus memiliki semangat bersama untuk memajukan daerah dengan menggali potensi yang ada, terutama sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat,” ujarnya saat dijumpai usai menghadiri Pelantikan 154 Kepala Desa di Lapangan Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat pada Rabu, (04/11/2026).
Sukarmawan juga meminta para kepala desa mengedepankan pelayanan publik melalui semangat Yan Mas Mugeri (Pelayanan Masyarakat Muaragembong Berseri). Menurutnya, pelayanan di tingkat desa harus prima, berkualitas, dan berkeadilan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Selain itu, Sukarmawan mengingatkan agar semangat membangun desa tetap terjaga setelah pelantikan. Ia meminta para kepala desa merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk pihak yang sebelumnya menjadi kompetitor dalam Pilkades, demi kepentingan pembangunan bersama.
“Euforia Pilkades sudah cukup. Sekarang saatnya bekerja dan membangun desa. Rangkul semua pihak, jangan ada lagi sekat perbedaan setelah kontestasi selesai,” tegasnya.
Sukarmawan juga meminta pemerintah desa memanfaatkan berbagai dukungan anggaran pemerintah untuk pembangunan berbasis potensi dan kearifan lokal.
Sukarmawan menilai Muaragembong memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama melalui sektor pariwisata, perikanan, dan investasi. Terlebih, terdapat dua proyek strategis nasional serta program Penataan Penguasaan Tanah dalam rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTKH) dari BPKH Yogyakarta.
Melalui program PPTKH, pemerintah memfasilitasi masyarakat untuk memperoleh kepastian hak atas tanah melalui proses pengukuran dan penerbitan sertifikat. Pada tahap pertama, pengukuran telah dilakukan terhadap lahan seluas lebih dari 80 hektare, sedangkan tahap kedua mencakup lebih dari 42 hektare.
Selain itu, rencana revitalisasi tambak seluas lebih dari 4.100 hektare diproyeksikan membuka peluang tenaga kerja bagi ribuan masyarakat. Karena itu, ia meminta pemerintah desa turut mempersiapkan sumber daya manusia agar warga setempat dapat mengambil manfaat dari program tersebut.
“Peluang ini harus kita sambut bersama. Kepala desa perlu menyiapkan sumber daya manusia di wilayahnya agar masyarakat Muaragembong bisa ikut mengambil manfaat dari pembangunan tersebut,” katanya.
Ia mendorong komunikasi dan koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan pemerintah daerah mesti terus diperkuat sehingga pembangunan Muaragembong ke depan dapat berkembang menjadi pusat wisata bahari.
“Kalau sinergitas ini dibangun dan semuanya bersemangat. Komunikasi dan koordinasi harus terjalin dengan baik, maka insyaallah Muaragembong akan menjadi ikon pembangunan di wilayah kabupaten Bekasi bahkan Jawa Barat dan Indonesia,” pungkasnya.
Reporter : Refki Maulana
Editor : Yus Ismail
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 13695
Pengunjung Bulan ini : 594664
Total Pengunjung : 4563113