Oleh: H. Edi Siswanto, S.Sos., M.Si.
Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ia adalah madrasah ruhani, tempat hati ditempa dan jiwa dibersihkan. Di dalamnya tersimpan satu malam yang lebih mulia dari seribu bulan: Lailatul Qadar.
Allah ﷻ berfirman dalam Surah Al-Qadr bahwa malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Artinya, satu malam yang dipenuhi iman dan keikhlasan nilainya melampaui ibadah selama 83 tahun lebih. Betapa agung karunia yang Allah siapkan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.
Secara bahasa, lailah berarti malam, dan qadar berarti kemuliaan, ketetapan, atau takdir. Para ulama menjelaskan bahwa pada malam itu ditetapkan berbagai urusan makhluk untuk satu tahun ke depan. Malam itu juga menjadi saksi turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.
Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Dalam hadis riwayat Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, beliau menyeru kaum muslimin agar bersungguh-sungguh mencarinya dengan meningkatkan ibadah.
Malam Lailatul Qadar digambarkan sebagai malam yang penuh ketenangan. Udara terasa sejuk, hati diliputi kedamaian, dan matahari pagi terbit dengan cahaya lembut. Namun, hakikatnya bukan terletak pada tanda-tanda fisik semata, melainkan pada kesungguhan ibadah yang kita lakukan.
Keutamaan Lailatul Qadar antara lain:
• Dosa-dosa diampuni bagi yang menghidupkannya dengan iman dan mengharap pahala.
• Doa-doa dikabulkan.
• Catatan amal dilipatgandakan.
Cara Meraih Lailatul Qadar
Meraih Lailatul Qadar bukan perkara kebetulan, melainkan buah dari kesungguhan. Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Qiyamul Lail (Shalat Malam)
Bangun di sepertiga malam, memperpanjang sujud, dan memperbanyak munajat kepada Allah.
2. Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an
Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur’an. Membacanya, khususnya di malam-malam terakhir, menjadi bentuk syukur atas petunjuk-Nya.
3. I’tikaf di Masjid
Berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah dan menjauh dari hiruk-pikuk dunia.
4. Memperbanyak Doa
Doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada Aisyah r.a.:
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni
(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku).
5. Memperbaiki Hubungan Sesama
Membersihkan hati dari dendam dan iri, karena ibadah yang diterima lahir dari hati yang bersih.
Hikmah di Baliknya
Lailatul Qadar mengajarkan bahwa kualitas lebih utama daripada kuantitas. Satu malam yang dipenuhi kesungguhan dapat mengubah arah hidup seseorang. Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan emas sering kali tersembunyi—hanya mereka yang bersiap dan berjaga yang akan meraihnya.
Ramadan akan berlalu, tetapi ruh perjuangannya seharusnya tetap tertanam dalam diri: disiplin, kesabaran, dan kedekatan kepada Allah. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton malam kemuliaan, sementara pintu rahmat terbuka lebar.
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang dipilih untuk merasakan cahaya Lailatul Qadar, diampuni dosa-dosa, dan ditetapkan dalam takdir yang penuh keberkahan.
* Ketua Yayasan Yapink 02 Tambun Selatan & Ketua DKM Masjid Jamie Darussalam Mekarsari Tamsel
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 7
Pengunjung Bulan ini : 438012
Total Pengunjung : 4104514