Atha Fathurrahman Siswa SDN Waluya 02 Sabet Medali Emas IMEC Olympiad di Malaysia
PENDIDIKAN
Aug 8, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 518 Kali
Atha Fathurrahman (tengah, ketiga dari kanan), siswa Kelas 2 SDN Waluya 02 Kecamatan Cikarang Utara, berhasil meraih Penghargaan Emas pada Kompetisi IMEC Olympiad tahun 2025/2026 bidang Matematika yang menjadi bagian dari rangkaian kompetisi olimpiade tingkat internasional.
CIKARANG UTARA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Kabupaten Bekasi di kancah internasional. Atha Fathurrahman, siswa Kelas 2 SDN Waluya 02 Kecamatan Cikarang Utara, berhasil meraih Penghargaan Emas pada Kompetisi IMEC Olympiad tahun 2025/2026 bidang Matematika yang menjadi bagian dari rangkaian kompetisi olimpiade tingkat internasional.
“Senang. Waktu nama saya belum dipanggil, mulai dari juara Honorable Mention, juara dua, sampai akhirnya nama saya dipanggil, juara 1, saya sempat keluar air mata,” ujar Atha saat ditemui di SDN Waluya 02, Kecamatan Cikarang Utara pada JUmat (07/08/2026).
IMEC Olympiad (International Mathematics Exam Center Olympiad) adalah ajang kompetisi matematika internasional yang diselenggarakan oleh UniCEP Committee dan berasal dari Australia.. Dalam kompetisi tersebut, Atha mengikuti bidang Matematika dan berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga memperoleh penghargaan emas pada ajang yang dilaksanakan 30 Mei 2026.
“Lombanya di Kuala Lumpur, Malaysia. Saya berangkat naik pesawat bersama ayah, ibu, dan oma. Di sana sekitar tiga hari,” kata Atha dengan antusias saat menceritakan pengalamannya mengikuti kompetisi internasional tersebut.
Perjalanan Atha menuju kompetisi internasional tidak berlangsung secara instan. Menurut Rahman, orang tua Atha, putranya terlebih dahulu mengikuti berbagai tahapan seleksi, mulai dari kompetisi daring tingkat nasional hingga berhasil mendapatkan kesempatan untuk tampil pada babak internasional di Malaysia.
“Awalnya kami ikut les di sebuah lembaga, kemudian Atha mendapatkan beasiswa. Dari sana dia mengikuti berbagai lomba secara online yang memang sudah masuk taraf internasional. Ada babak penyisihan dan final, jadi tidak langsung ikut kemudian mendapatkan juara,” jelas Rahman.
Rahman menuturkan, dalam kompetisi yang diikuti Atha, peserta berasal dari berbagai negara dan harus melewati tahapan seleksi yang cukup ketat. Pada babak final di Malaysia, Atha tidak hanya meraih kategori Gold, tetapi juga mendapatkan kategori Diamond karena mampu menjawab sekitar 90 persen soal dengan benar.
“Untuk yang final di Malaysia kemarin, dia mendapatkan dua kategori, satu Gold dan satu Diamond. Diamond itu diberikan untuk penilaian jawaban yang mencapai 90 persen benar,” ungkapnya.
Kesuksesan tersebut juga tidak terlepas dari ketertarikan Atha terhadap matematika yang telah tumbuh sejak usia dini. Rahman mengatakan, keluarga tidak pernah memaksakan Atha untuk mengikuti berbagai perlombaan, melainkan memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan minat yang muncul secara alami.
“Kami sebagai orang tua tidak pernah memaksa. Awalnya dia tertarik dengan planet dan benda-benda bulat, kemudian mulai tertarik dengan negara dan dari situ mulai suka berhitung. Kami melihat minatnya, lalu kami carikan wadah yang sesuai,” tutur Rahman.
Menurutnya, Atha bahkan telah mengikuti kompetisi matematika sejak masih berada di jenjang taman kanak-kanak. Meskipun pada salah satu kompetisi nasional sebelumnya baru memperoleh juara harapan, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses panjang yang membentuk keberanian dan kemampuan Atha untuk berkompetisi hingga tingkat internasional.
“Dari TK dia sudah ikut lomba matematika nasional. Memang waktu itu baru mendapatkan juara harapan, tetapi kami melihat memang sudah ada bakat dan ketertarikan. Ketika mendapatkan kesempatan melalui Olympic Champ, Alhamdulillah bakatnya bisa tersalurkan,” katanya.
Kepala SDN Waluya 02 Kecamatan Cikarang Utara, Eber, menyampaikan apresiasi atas capaian Atha. Ia menilai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kedisiplinan, dukungan keluarga, dan keberanian anak untuk mengembangkan potensi dapat menjadi modal penting dalam meraih prestasi.
“Kalau ingin berprestasi, ya harus disiplin. Kalau ingin menjadi orang baik juga harus disiplin. Disiplin menjadi salah satu program sekolah dan kami terus menanamkan itu kepada anak-anak,” tegas Eber.
Sekolah, lanjut Eber, berupaya memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Dukungan tersebut tidak hanya diberikan dalam bentuk fasilitas, tetapi juga apresiasi terhadap siswa berprestasi dengan memperkenalkan capaian mereka kepada warga sekolah agar dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya.
“Kami sangat mengapresiasi dan sangat luar biasa atas prestasi Atha. Ke depan, Atha dan siswa kami yang berprestasi lainnya akan kami perkenalkan di lingkungan sekolah. Tujuannya untuk mendorong anak-anak lain dan para orang tua agar semakin termotivasi,” pungkasnya. (*)
Reporter : Tata Jaelani
Editor : Yus Ismail