Rabu, 10 Juni 2026

Wukuf: Syiar Keislaman dan Keuniversalan

UMUM   May 27, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 215 Kali


id13143_IMG_20260527_084026.jpg
Abdul Majied - Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) Bakesbangpol Kabupaten Bekasi.

Oleh: Abdul Majied.

Setiap tahun pada 9 Dzulhijjah, lebih dari dua juta manusia berkumpul di satu lembah bernama Arafah. Tidak ada pangkat, tidak ada bendera, tidak ada perbedaan warna kulit. Yang ada hanya kain ihram putih, doa, dan langit yang menjadi payung raksasa seolah lebih dekat. Inilah wukuf, inti dari haji yang menyatukan syiar keislaman dengan pesan keuniversalan.

a. Wukuf sebagai Syiar Keislaman

Dalam fikih, wukuf di Arafah adalah rukun haji yang paling agung. Nabi ﷺ bersabda, _“Al-hajju ‘Arafah”_ – Haji itu adalah Arafah. Tanpa wukuf, haji tidak sah.

Sebagai syiar, wukuf meneguhkan identitas umat Islam dalam tiga hal:

1. Ketundukan total.

Jamaah meninggalkan kenyamanan, memakai pakaian tak berjahit, dan berdiri berjam-jam di panas terik. Ini pengulangan kisah Ibrahim, Ismail, dan Hajar: menyerah pada perintah Allah tanpa reserve dan tawar-menawar. Sami'na wa atha'na.

2. Kesatuan umat.

Tidak ada beda raja dan rakyat jelata, Arab dan non-Arab, kaya dan miskin. Semua berdiri sejajar di hadapan Allah. Syiar ini mematahkan narasi bahwa Islam itu terpecah-pecah. Di Arafah, yang terdengar hanya _Labbaik Allahumma labbaik_.

3. Doa sebagai senjata.

Hari Arafah adalah hari doa paling mustajab. Di sanalah Nabi ﷺ menyampaikan khutbah perpisahan, meletakkan fondasi hak asasi manusia, keadilan, dan persaudaraan 15 abad lalu. Syiar ini mengingatkan bahwa kekuatan utama Muslim bukan senjata, tapi hubungan langsung dengan Tuhan.

b.Dimensi Keuniversalan Wukuf.

Meski ritualnya khas Islam, makna wukuf melampaui batas teologis dan menyentuh nilai yang bisa dipahami semua manusia.

c. Kesetaraan manusia.

Kain ihram menghapus semua simbol status. Di Arafah, CEO dan kuli bangunan tidak bisa dibedakan. Ini praktik paling nyata dari gagasan bahwa martabat manusia tidak diukur dari harta dan jabatan.

D.Refleksi dan pertanggungjawaban.

Wukuf memaksa manusia berhenti, menengok ke belakang, dan bertanya: apa yang sudah kulakukan? Ini mirip dengan tradisi kontemplasi dan meditasi di berbagai tradisi spiritual. Pesannya universalnya: tanpa evaluasi diri, manusia mudah hanyut.

E. Solidaritas global.

Ketika jutaan orang dari 180 negara berdiri bersama, Arafah menjadi miniatur dunia yang damai. Tidak ada perang narasi, tidak ada keculasan, kemunafikan, tidak ada politik identitas. Yang ada hanya kesadaran bahwa kita semua makhluk yang sama-sama membutuhkan rahmat.

Relevansi untuk Dunia Modern.

Dunia hari ini terbelah oleh identitas, algoritma media sosial, dan politik polarisasi. Wukuf menawarkan antitesisnya: satu tempat, satu waktu, satu tujuan.

Syiar keislamannya menjaga agar haji tidak berubah jadi wisata religi kosong makna. Keuniversalannya menjaga agar haji tidak eksklusif dan tidak dimonopoli oleh satu bangsa atau mazhab.

Di Arafah, Islam tidak sedang memamerkan diri. Ia sedang menunjukkan versi terbaik dari kemanusiaan: tunduk kepada Tuhan, setara dengan sesama, dan bertanggung jawab atas diri sendiri.

Wukuf mengingatkan bahwa agama yang sehat tidak pernah anti-universal. Justru karena ia benar-benar religius, ia mampu berbicara pada hati semua manusia.

Kalau dunia butuh satu hari untuk diam dan bertanya “untuk apa kita hidup bersama?”, maka hari itu adalah hari Arafah.

Wallahu a'lam.

(*) Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) Bakesbangpol Kabupaten Bekasi.

Berita Lainnya

MOOC Percepat Transformasi ASN Kabupaten Bekasi
UMUM   Jun 8, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Mukab VIII Kadin Kabupaten Bekasi Diharapkan Perkuat Kolaborasi Dunia Usaha dan Pemerintah
UMUM   Jun 8, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Dinas Lingkungan Hidup : Peran Bank Sampah Jadi Kunci Pengurangan Sampah dan Efisiensi PSEL
UMUM   Jun 5, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Komisi III Dorong Penguatan Koordinasi dan Evaluasi Pengelolaan IPAL di TPA Burangkeng
UMUM   Jun 3, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Salat Idul Adha di Masjid Nurul Huda Cibitung, Khotib Ajak Jemaah Perkuat Ketundukan kepada Allah
UMUM   May 27, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik