Konfercab VII PMII Digelar, Pemkab Bekasi Buka Ruang Kolaborasi untuk Mahasiswa
PEMERINTAHAN
Jun 7, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 198 Kali
DUKUNG PERAN MAHASISWA — Pemerintah Kabupaten Bekasi mengapresiasi penyelenggaraan Konfercab VII PMII Kabupaten Bekasi sebagai wadah kaderisasi, konsolidasi organisasi, dan penguatan kontribusi generasi muda dalam pembangunan daerah, di Aula KH Noer Alie, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Minggu (7/6/2026). FOTO : DANI IBRAHIM/DISKOMINFOSANTIK
CIKARANG PUSAT – Konferensi Cabang (Konfercab) VII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bekasi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Mengusung tema "Reaktualisasi Gerakan PMII: Dari Ruang Diskursus Menuju Aksi Nyata untuk Bekasi" tersebut digelar di Aula KH Noer Alie, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Minggu (7/6/2026).
Penyelenggaraan Konfercab VII PMII Kabupaten Bekasi sebagai forum strategis untuk melakukan evaluasi organisasi, konsolidasi kader, sekaligus merumuskan arah gerakan PMII ke depan dalam menjawab berbagai tantangan zaman.
Mewakili Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bekasi, Asep Buchori, menyampaikan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Generasi muda tidak hanya dituntut kritis dalam berpikir dan berdiskusi, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, PMII sebagai organisasi kader yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa dan pemimpin daerah memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, menjaga kehidupan demokrasi, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bekasi meyakini mahasiswa merupakan agen perubahan yang memiliki energi, idealisme, serta kapasitas intelektual untuk mendorong kemajuan daerah. Karena itu, pemerintah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan untuk terlibat aktif dalam pembangunan.
“Saat ini Kabupaten Bekasi terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong inovasi di berbagai sektor. Dalam proses tersebut kami membutuhkan gagasan segar, pemikiran konstruktif, dan partisipasi aktif dari generasi muda, termasuk kader PMII,” katanya.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta konferensi agar menjadikan forum tersebut sebagai sarana musyawarah yang demokratis dengan menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan mengedepankan kepentingan organisasi serta kemaslahatan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Semoga Konfercab VII PMII Kabupaten Bekasi dapat menghasilkan kepemimpinan yang berkualitas, program kerja yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan bagi pembangunan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron menyampaikan bahwa mahasiswa harus tetap menjaga perannya sebagai kelompok intelektual yang hadir untuk mengawal nilai-nilai universal, keadilan sosial, dan integritas kebangsaan.
Menurutnya, di tengah dinamika pembangunan saat ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengkritik, tetapi juga harus aktif memberikan masukan konstruktif, gagasan, serta solusi yang dapat mendukung kemajuan Kabupaten Bekasi.
“Ruang diskursus harus tetap hidup. Yang membedakan mahasiswa dengan kelompok lain adalah setiap aksi yang dilakukan memiliki landasan kajian dan argumentasi yang kuat. Aksi yang dilakukan harus memiliki bobot dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ade Sukron juga mendorong kader PMII untuk terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan DPRD, dalam rangka mengawal pembangunan serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Ia berharap Konfercab VII PMII Kabupaten Bekasi tidak hanya menghasilkan pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga melahirkan program-program strategis yang mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
“Dinamika dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun yang terpenting adalah menjaga marwah organisasi dan memastikan konferensi menghasilkan kepemimpinan yang kuat serta program yang bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
Konfercab VII PMII Kabupaten Bekasi diikuti oleh kader dan pengurus PMII dari berbagai komisariat dan rayon se-Kabupaten Bekasi. Forum tersebut menjadi agenda tertinggi organisasi di tingkat cabang untuk memilih kepengurusan baru sekaligus merumuskan arah gerakan PMII dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bekasi.
Reporter : Dani Ibrahim
Editor : Yus Ismail