Kamis, 25 April 2024

Pemkab Bekasi Targetkan 7500 Hewan Ternak Divaksin PMK

PEMERINTAHAN   Oct 11, 2022  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 844 Kali


id5882_Compress_20221011_155125_5219.jpg
drh. Dwiyan Wahyudiharto - Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi.

CIKARANG PUSAT – Dinas pertanian Kabupaten Bekasi menargetkan sebanyak 7500 hewan ternak mendapatkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Saat ini, Dinas Pertanian telah memvaksin lebih dari 3000 hewan ternak seperti sapi, kerbau dan kambing. 

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, drh. Dwiyan Wahyudiharto menargetkan, capaian vaksinasi PMK dapat selesai pada akhir tahun ini. 

“Kami terus melakukan vaksinasi, mudah-mudahan sampai akhir tahun ini tercapai. Jika tidak selesai akhir tahun ya akan kita lanjut sampai target 7500 vaksinasi PMK itu selesai,” ujar drh. Dwiyan saat ditemui di ruangannya, Selasa (11/10). 

Target dari vaksinasi PMK tersebut di antaranya sapi akseptor, sapi jantan dan betina, kerbau dan kambing khusus untuk pembibitan. Namun dari sebagian besar yang mendapatkan vaksinasi PMK yaitu sapi.

“Kalau kerbau ada, tetapi tidak banyak. Jadi targetnya ke semua peternak di Kabupaten Bekasi, mereka yang tidak mau hewan ternaknya divaksin ya kita berikan pemahaman pentingnya vaksinasi PMK,” katanya.

Dwiyan menjabarkan, kasus PMK tertinggi terjadi menjelang Idul Adha tahun lalu. Dari total kasus yang diterima sebanyak 1.376 kasus dengan tingkat kesembuhan mencapai 1.305 ekor. Sementara yang sedang sakit sebanyak 45 ekor dan saat ini kondisi hewannya masuk tahap penyembuhan.

“Secara garis besar, yang sakit 3 persen, tingkat kesembuhannya 94 persen, yang lain ada yang mati enam ekor dan potong paksa 20 ekor. Dan itu terjadi menjelang Idul Adha kemarin,” jelasnya. 

Untuk hewan ternak yang dilakukan potong paksa karena kondisi PMK sudah parah, dimana hewan ternak sulit berdiri dan tidak mau makan. "Akhirnya disarankan potong paksa,” tambahnya. 

Untuk penyembuhan, drh. Dwiyan menjelaskan, hewan ternak diberikan obat-obatan seperti penurun panas, sitrun untuk membersihkan luka serta obat-obatan dari rekomendasi himpunan dokter hewan. 

Peternak disarankan untuk terus menjaga kebersihan kandang dengan melakukan penyemprotan disinfektan serta melakukan pembersihan kuku hewan dengan cairan yang telah direkomendasikan.

“Jadi peternak harus rajin-rajin membersihkan kandang. Alhamdulillah dengan cara seperti itu, hewan ternak mereka sembuh,” tandasnya.

Reporter : Fuad Fauzi

Editor      : Yus Ismail

 

 

Berita Lainnya

Jaga Kesehatan Peserta MTQ, PMI Kabupaten Bekasi Siagakan Ambulans dan Tim Medis
PEMERINTAHAN   Apr 25, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pj Bupati Bekasi Tekankan Pentingnya Inovasi dan Teknologi dalam Penanggulangan Bencana
PEMERINTAHAN   Apr 24, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Ade Muksin Terpilih Sebagai Ketua PWI Bekasi Periode 2024-2027, Pemkab Bekasi Beri Selamat
PEMERINTAHAN   Apr 24, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Cegah DBD Kepala Puskesmas Sukadami Ajak Masyarakat Budayakan PHBS
PEMERINTAHAN   Apr 23, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Sukseskan MTQ ke-38 Jawa Barat, Pemkab Bekasi Gerakkan Perangkat Daerah dan Unsur Masyarakat
PEMERINTAHAN   Apr 23, 2024   Posted by: Newsroom Diskominfosantik