Lebaran Anak Yatim, 500 Anak dari 7 Desa di Kedungwaringin Terima Santunan
SOSIAL
Jun 28, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 80 Kali
LEBARAN YATIM : Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin menghadiri Kegiatan Santunan Akbar Lebaran Anak Yatim di Lapangan Masjid Jami An-Nur Kp. Pacing, Waringin Jaya, Kedungwaringin, Minggu (28/06/2026). Foto: Jaja Jaelani/Diskominfosantik
KEDUNGWARINGIN - Sebanyak 500 anak yatim dari 7 desa se-Kecamatan Kedungwaringin menerima bantuan dalam kegiatan Santunan Akbar Lebaran Anak Yatim yang digelar di Lapangan Masjid An Nur Kp. Pacing, Desa Waringinjaya, Kecamatan Kedungwaringin pada Minggu, (28/06/2026).
Kegiatan yang memasuki tahun ketiga ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi karena dinilai menjadi contoh nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin yang hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan santunan yang diberikan diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi para anak yatim untuk terus berjuang meraih cita-cita. Dirinya memberi contoh, keterbatasan bukanlah penghalang untuk menjadi pribadi yang sukses sebagaimana kisah dan teladan Rasul.
“Hari ini merupakan hari kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Jangan pernah berkecil hati. Rasulullah SAW juga tumbuh sebagai anak yatim, namun mampu menjadi pemimpin umat yang sukses. Semoga ini menjadi motivasi bahwa keberhasilan lahir dari perjuangan dan keteguhan hati,” ujar Sekda.
Sekda Endin mengapresiasi para panitia, pengurus UPZ An Nur, para donatur, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi untuk berbagi kebahagiaan dengan para anak Yatim.
“Mudah-mudahan apa yang didonasikan oleh para donatur, senantiasa bermanfaat untuk anak-anak kita dan menjadi keberkahan. Ke depan, semoga anak-anak kita ini menjadi anak yang sukses dan tentunya kelak mampu berbagi dengan yang lainnya,” terang Sekda.
Sekda pun turut mengapresiasi konsistensi penyelenggara yang tidak hanya menggelar santunan tahunan, tetapi juga rutin memberikan bantuan kepada anak yatim setiap bulan. Menurutnya, semangat kepedulian dan jiwa sosial yang tumbuh di Desa Waringinjaya patut menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain.
“Ini suatu hal yang sangat luar biasa jiwa sosialnya, khususnya masyarakat Desa Waringinjaya Kecamatan Kedungwaringin. Tentunya atas nama Pemkab Bekasi kami juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak semoga kegiatan ini bisa ditularkan ke wilayah-wilayah lain,” ungkap Endin.
Ketua UPZ An Nur Desa Waringinjaya, Kecamatan Kedungwaringin, Tijar Ashari, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Santunan Akbar tahun ketiga yang kini berhasil menjangkau seluruh desa di Kecamatan Kedungwaringin.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur, panitia, dan pengurus UPZ An Nur yang telah bekerja keras sehingga Santunan Akbar tahun ketiga ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut terus berkembang dari tahun ke tahun. Pada pelaksanaan pertama, santunan diberikan kepada 130 anak yatim di satu desa, tahun kedua meningkat menjadi 180 anak, serta pada tahun ini berhasil menjangkau 500 anak yatim dari 7 desa di Kecamatan Kedungwaringin.
Adapun rincian penerima santunan terdiri dari 180 anak Yatim dari Desa Waringinjaya, 52 anak dari Desa Karangsambung, 31 anak dari Desa Karangharum, 54 anak dari Desa Mekarjaya, 44 anak dari Desa Karangmekar, 52 anak dari Desa Bojongsari, dan 85 anak dari Desa Kedungwaringin.
“Alhamdulillah dana yang terkumpul hingga saat ini sekitar Rp94.988.000. Berkat kegigihan dan keyakinan para panitia serta pengurus, Santunan Akbar untuk 500 anak yatim dapat terlaksana dengan lancar,” jelasnya.
Selain santunan tiap tahun, UPZ An Nur juga menjalankan program sosial secara berkelanjutan seperti santunan kepada para dhuafa setiap bulan yang telah berjalan secara rutin. Setiap bulannya, santunan diberikan kepada 33 anak yatim binaan, sekitar 86 dhuafa lanjut usia, serta guru ngaji, marbot masjid, pengurus makam, dan masyarakat lainnya yang membutuhkan.
“Kami ingin merubah para Mustahik agar bisa menjadi Muzaki di kemudian hari. Harapannya minimal para yatim binaan ke depan mereka menjadi orang sukses sehingga di masa depan bisa menjadi Muzaki atau pemberi bantuan kepada anak-anak yatim lainnya,” tandasnya.
Reporter : Refki Maulana
Editor : Yus Ismail