Minggu, 05 April 2026

Ponpes At-Taqwa Pusat Babelan Juara Umum MQK Kabupaten Bekasi 2025

UMUM   Sep 18, 2025  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 3.821 Kali


id12209_Compress_20250918_202018_8374.jpg
Ponpes At Taqwa Pusat Kecamatan Babelan keluar sebagai juara umum pada ajang Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2025 yang berlangsung di Ponpes Sirojul Ummah, Kampung Pelaukan, Desa Karangrahayu, Kecamatan Karangbahagia, pada Rabu (17/09/2025). Foto : Dokpim

KARANGBAHAGIA – Pondok Pesantren At Taqwa Pusat, Kecamatan Babelan keluar sebagai juara umum pada ajang Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung satu hari di Ponpes Sirojul Ummah, Kampung Pelaukan, Desa Karangrahayu, Kecamatan Karangbahagia, pada Rabu (17/09/2025).

Dalam perhelatan yang diikuti peserta dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Bekasi ini, Ponpes At Taqwa Pusat berhasil mengoleksi 11 medali emas dan berhak menjadi juara umum. Posisi berikutnya diraih oleh Ponpes Al Fath Jalen Kecamatan Tambun Utara dan El-Nur El-Kasyaf (YAPINK) Tambun Selatan dengan raihan masing-masing 5 medali emas.

Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Bekasi, KH Suryadi Zaini, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya MQK tahun ini yang melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai pesantren di Kabupaten Bekasi.

“Alhamdulillah, MQK tahun ini diikuti oleh 445 peserta dari 40 pesantren se-Kabupaten Bekasi dan diselenggarakan dengan beberapa inovasi serta ide baru untuk lebih melayani para peserta maupun Dewan Juri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, KH Suryadi menekankan pentingnya MQK sebagai ajang silaturahmi antarpesantren serta mengetahui perkembangan dan pemahaman keilmuan Agama Islam di Kabupaten Bekasi dikalangan generasi muda.

“Insya Allah, MQK ini menjadi sarana silaturahim dari pondok-pondok pesantren. Kalau kata Ketua Dewan Penasehat, pesert MQK 2025 ini. Dua puluh tahun lagi, Tahun 2045, insya Allah peserta-peserta ini akan menjadi alim ulama semua. Amin,” ujarnya.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi yang terus memberikan dukungan khususnya anggaran yang diberikan sehingga terselenggaranya acara MQK ini setiap tahunnya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kesra Kabupaten Bekasi serta Kementerian Agama yang selalu membina dan membimbing kegiatan ini. Menang ataupun kalah, yang terpenting adalah ikhtiar maksimal kita semua. Semoga gerakan ini membawa berkah dan manfaat,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bekasi, Hudaya, menjelaskan bahwa MQK bukan sekadar lomba, tetapi juga upaya melestarikan nilai keislaman memahami agama lebih dalam dan diharapkan peerta yang mengikuti bisa menjadi duta di amsyarakat serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Musabaqoh Qiroatil Kutub merupakan lomba membaca kitab klasik berbahasa Arab atau kitab kuning, kemudian menerjemahkan serta menjelaskan isinya. Lomba ini tidak hanya tentang mencari juara, tetapi juga menyebarkan nilai-nilai keislaman yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Hudaya.

Hudaya menambahkan, kegiatan MQK sekaligus menjadi ajang melestarikan karya para ulama, mengkaji peninggalan mereka sesuai dengan konteks zaman saat ini. Apalagi posisi pesantren dalam pendidikan nasional semakin penting dan integral.

“Ini sangat penting diera serba modern dan digital harus ada calon-calon ulama yang mampu menjawab tantangan zaman,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi juga memberikan apresiasi berupa hadiah uang tunai bagi para pemenang dari 15 cabang lomba yang dipertandingkan, baik putra maupun putri dan selanjutnya santri yang menajdi juara 1 akan menjadi duta Kabupaten Bekasi pada MQK Tingkat Provinsi Jabar

“Juara pertama mendapat Rp5.700.000, juara kedua Rp4.200.000, dan juara ketiga Rp3.400.000. Semoga hadiah ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh peserta,” ungkap Hudaya.

Hudaya menyampaikan rasa bangga atas keberlangsungan kegiatan tersebut terlebih di tengah Kabupaten Bekasi yang dikenal sebagai kota industri, masih ada generasi muda yang mempelajari kitab klasik karya para ulama.

“Ini sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Bekasi untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” pungkasnya.

Musabaqoh Qiroatil Kutub Tingkat Kabupaten Bekasi 2025 sendiri terbagi dalam tiga kategori atau marhalah, yakni Marhalah Ula, Wustha, dan Ulya dengan 15 cabang dari beberapa disiplin ilmu keislaman seperti Nahwu, fiqh, Ahlaq, Tauhid, Tarikh, Tafsir, Hadits dan Ushul Fiqh dengan beragam kitab yang menjadi materi lomba. (*)

Reporter : Tata Jaelani

Editor      : Yus Ismail

Berita Lainnya

Siapkan Kajian Strategis, Kabupaten Bekasi Jajaki Wisata Industri Berbasis MICE
UMUM   Mar 25, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Hari Pertama Kerja, Camat Cibitung Tinjau Longsor CBL dan Korban Lakalantas Tol Pemalang
UMUM   Mar 25, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Plt Bupati Bekasi Sholat Idul Fitri bersama Warga di Masjid Al-Wahid
UMUM   Mar 21, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Ratusan Warga Ikuti Sholat Idul Fitri di Masjid Jami Nurul Huda Cibitung
UMUM   Mar 21, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
PCNU Ajak Warga Jaga Ukhuwah di Tengah Perbedaan Perayaan Idul Fitri
UMUM   Mar 21, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik