CIKARANG PUSAT – Usai resmi dilantik oleh Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, Kepala Desa Tridayasakti, Sopian, mulai menyiapkan sejumlah program prioritas untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan desa. Dalam 100 hari kerja pertama, Pemerintah Desa Tridayasakti akan memfokuskan program pada digitalisasi pelayanan, pembenahan administrasi, peningkatan kenyamanan lingkungan kantor desa, serta penataan kawasan sekitar kantor desa.
Sopian mengatakan, salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah menghadirkan sistem pelayanan digital terpadu yang dikembangkan oleh tim teknologi informasi (IT) desa. Melalui sistem tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengakses berbagai layanan administrasi secara lebih cepat, mudah, dan efisien.
"Pada 100 hari kerja pertama, kami berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat dan mudah melalui sistem digitalisasi terpadu yang sedang dipersiapkan oleh teman-teman IT desa," ujar Sopian Rabu (04/11/2026).
Selain digitalisasi pelayanan, pemerintah desa juga akan melakukan pembenahan administrasi serta memperbaiki sejumlah fasilitas dan ruang kerja agar perangkat desa dapat bekerja dengan lebih nyaman, aman, dan produktif.
Penataan lingkungan kantor desa turut menjadi perhatian. Pemerintah desa berencana memperbaiki area depan kantor, termasuk melakukan pemangkasan pohon-pohon yang terlalu rimbun agar lingkungan terlihat lebih tertata, terang, dan nyaman bagi masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur akan dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran, termasuk program pembangunan yang direncanakan pada tahun anggaran 2027.
Tidak hanya berorientasi pada program jangka pendek, Sopian juga memaparkan sejumlah rencana pembangunan untuk delapan tahun ke depan. Salah satu fokus utamanya adalah optimalisasi pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan sistem drainase untuk mengatasi persoalan genangan air dan banjir.
Menurutnya, kawasan jalan di sekitar kantor Desa Tridayasakti membutuhkan penataan drainase di sisi kiri dan kanan jalan agar aliran air hujan dapat berjalan dengan baik dan tidak lagi menimbulkan genangan.
Di bidang pendidikan, Sopian menyampaikan keinginannya untuk mendorong terwujudnya pembangunan sekolah negeri, baik tingkat SMP maupun SMA, di wilayah Tridayasakti.
"Selama puluhan tahun, Tridayasakti belum memiliki SMP Negeri maupun SMA Negeri. Ke depan, kami ingin berupaya mewujudkan keberadaan sekolah negeri agar masyarakat memiliki akses pendidikan yang lebih dekat dan mudah," ungkapnya.
Rencana tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemerataan akses pendidikan sekaligus mendukung kualitas sumber daya manusia di Desa Tridayasakti.
Selain infrastruktur dan pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi perhatian pemerintah desa. Sopian berencana menjalin koordinasi dan kerja sama dengan Puskesmas Tridayasakti untuk mendorong peningkatan kualitas serta jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat.
Ia menilai, kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat tidak hanya berlangsung pada jam kerja. Karena itu, pihaknya berharap ke depan Puskesmas Tridayasakti dapat meningkatkan jam operasional hingga 24 jam atau mengembangkan layanan rawat inap sesuai kebutuhan masyarakat dan ketentuan yang berlaku.
Menurut Sopian, peningkatan akses pelayanan kesehatan sangat penting agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih mudah dijangkau, terutama ketika membutuhkan penanganan medis di luar jam pelayanan reguler.
Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Sopian juga menegaskan komitmennya untuk mendorong keterbukaan informasi dan transparansi pengelolaan keuangan desa.
Salah satu langkah yang direncanakan adalah mengembangkan aplikasi informasi desa yang nantinya dapat digunakan masyarakat untuk mengetahui sumber pendapatan desa serta alokasi dan penggunaan anggaran.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat memantau informasi anggaran desa secara lebih terbuka sebagai bentuk penguatan partisipasi dan pengawasan publik.
Tidak hanya itu, pemerintah desa juga merencanakan penerapan layanan surat pengantar elektronik (e-pengantar). Dengan sistem ini, masyarakat dapat mengajukan kebutuhan administrasi dari rumah melalui perangkat digital, mulai dari proses pengajuan di tingkat RT dan RW hingga persetujuan pemerintah desa melalui sistem yang terintegrasi.
"Ke depan, masyarakat tidak perlu selalu datang ke kantor desa untuk mengurus surat pengantar. Pengajuan bisa dilakukan secara online dari rumah, kemudian diproses melalui sistem digital sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan praktis," jelasnya.
Dalam menjalankan roda pemerintahan desa, Sopian menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, serta lembaga dan elemen masyarakat lainnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak dapat dilakukan oleh pemerintah desa sendiri, melainkan membutuhkan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi seluruh pihak.
Ia menegaskan bahwa berbagai kebijakan dan program pemerintahan desa perlu dikomunikasikan serta dibahas bersama BPD agar tercipta keselarasan dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan desa.
"Desa dapat berjalan dengan baik apabila pemerintah desa bersinergi dengan BPD dan seluruh lembaga yang ada. Setiap kebijakan perlu dikomunikasikan agar tercipta sinkronisasi dan kerja sama dalam membangun Desa Tridayasakti," tuturnya.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Desa Tridayasakti berharap dapat menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Reporter : Jaja Jaelani
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 13712
Pengunjung Bulan ini : 594681
Total Pengunjung : 4563130