Dinkes Kabupaten Bekasi Dirikan 9 Pos Pelayanan Kesehatan di Jalur Mudik Lebaran
PEMERINTAHAN
Mar 16, 2026 -
Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik -
Dibaca : 76 Kali
PELAYANAN MUDIK : Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi membuka posko pelayanan pada arus mudik lebaran 2026, posko kolaborasi bersama unsur TNI-Polri juga tersedia disejumlah titik jalur pantura, inspeksi Kalimalang dan ruas tol Jakarta-Cikampek. FOTO : Endar Raziq B/Diskominfosantik.
CIKARANG BARAT – Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menyiapkan sembilan pos pelayanan kesehatan guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026.
Posko tersebut tersebar di sejumlah titik strategis jalur mudik, baik di jalur tol maupun jalur arteri, salah satunya di Terminal Kalijaya, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Senin (16/03/2026).
Kepala UPTD PSC 119 sekaligus Koordinator Posko Mudik Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Nalin Hendrik, mengatakan pihaknya menyiapkan sembilan pos kesehatan untuk memberikan pelayanan bagi para pemudik maupun masyarakat yang melintas di wilayah Kabupaten Bekasi.
“Di jalur tol kami menyiapkan pos kesehatan di Rest Area 19A dan Rest Area 39 untuk arus mudik, kemudian pada arus balik ada di Rest Area 19B. Sementara di jalur arteri kami mendirikan pos kesehatan di TL Legenda,” kata Nalin.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga menempatkan sejumlah pos kesehatan di jalan utama Pantura yang menjadi salah satu jalur utama perlintasan pemudik. Keberadaan pos tersebut diharapkan dapat memberikan layanan kesehatan secara cepat dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
“Di jalur Pantura ada lima pos kesehatan, yaitu di Gedung Juang, Terminal Kalijaya, SGC, Stasiun Kereta Api, dan Perbatasan di Kedungwaringin. Jadi total ada sembilan pos pelayanan kesehatan yang kami siapkan selama masa mudik Lebaran 2026,” ujarnya.
Nalin menjelaskan, layanan yang disediakan di pos kesehatan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis bagi pemudik, pelayanan kegawatdaruratan, serta penanganan awal bagi korban kecelakaan lalu lintas sebelum dirujuk ke rumah sakit terdekat.
“Pelayanan yang kami berikan antara lain cek kesehatan gratis, pelayanan kegawatdaruratan, hingga penanganan awal jika terjadi kecelakaan di jalan raya. Kami melakukan stabilisasi pasien terlebih dahulu sebelum dirujuk ke rumah sakit terdekat agar bisa segera tertangani,” jelasnya.
Untuk mempercepat respons penanganan darurat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi juga mengintegrasikan layanan melalui sistem PSC 119 yang terhubung dengan seluruh pos kesehatan yang disiagakan selama masa mudik.
“Melalui K-Center 119 ini, seluruh pos kesehatan saling terintegrasi. Jika ada kejadian jauh dari pos, masyarakat bisa melapor dan nanti pos terdekat akan menjemput korban menggunakan ambulans yang sudah disiagakan di setiap pos,” ungkap Nalin.
Ia menambahkan, koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pihak lintas sektor guna memastikan pelayanan berjalan optimal. Sejumlah organisasi profesi hingga instansi terkait turut berkontribusi dalam penyelenggaraan posko kesehatan tersebut.
“Alhamdulillah kami berkoordinasi dengan berbagai lintas sektor, salah satunya Ikatan Bidan Indonesia yang ikut berkontribusi dalam pelayanan kesehatan. Selain itu kami juga bekerja sama dengan kepolisian, TNI, serta instansi terkait lainnya,” katanya.
Pada salah satu titik, yaitu di Gedung Juang, juga didirikan pos terpadu yang melibatkan berbagai unsur pelayanan publik guna memberikan dukungan maksimal selama masa mudik Lebaran.
“Di Pos Terpadu Gedung Juang ada berbagai layanan yang bergabung seperti Jasa Raharja, BPBD, Damkar, serta unsur lainnya sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan secara terpadu,” tambahnya.
Melalui penyediaan pos pelayanan kesehatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi berharap para pemudik dapat merasa lebih aman dan nyaman selama melakukan perjalanan menuju kampung halaman.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan mudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, salah satunya melakukan cek kesehatan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi tubuh benar-benar fit sebelum berkendara,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan para pemudik agar tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah dan memanfaatkan rest area maupun pos pelayanan kesehatan sebagai tempat beristirahat.
“Kalau merasa lelah jangan dipaksakan, silakan beristirahat di rest area atau di pos pelayanan kesehatan yang sudah kami sediakan. Yang terpenting tetap jaga kondisi kesehatan selama perjalanan,” pungkasnya. (*)
Reporter : Tata Jaelani
Editor : Yus Ismail