Rabu, 15 April 2026

BPJS Ketenagakerjaan Cikarang Terapkan Antrean Online Terjadwal

SOSIAL   Apr 14, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 204 Kali


id12962_WhatsApp Image 2026-04-13 at 14.44.39.jpeg
ANTREAN : Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cikarang terus melakukan inovasi layanan dengan mengembangkan fitur antrean online terjadwal melalui layanan Lapak Asik guna mengurai kepadatan antrean yang selama ini kerap terjadi, terutama di wilayah dengan tingkat kunjungan tinggi seperti Kabupaten Bekasi. foto : Tata Jaelani

CIKARANG UTARA — Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cikarang terus melakukan inovasi layanan dengan mengembangkan fitur antrean online terjadwal melalui layanan Lapak Asik guna mengurai kepadatan antrean yang selama ini kerap terjadi, terutama di wilayah dengan tingkat kunjungan tinggi seperti Kabupaten Bekasi.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cikarang, Muhyiddin Dj, menjelaskan bahwa sistem antrean online sebenarnya telah diterapkan sejak tahun sebelumnya, namun sejak 1 April 2026 fitur tersebut ditingkatkan menjadi lebih presisi dengan pengaturan jadwal hingga per jam.

“Antrean online ini sebenarnya bukan hal baru. Sejak tahun lalu sudah kita terapkan, tetapi per 1 April kita kembangkan menjadi antrean online terjadwal yang lebih detail hingga ke jam pelayanan,” ujarnya saat ditemui di kantornya di Jalan Ki Dewantara No:12, Kawasan Industri Jababeka, Desa Simpangan , Kecamatan Cikarang Utara pada Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, jika sebelumnya peserta hanya memilih hari kedatangan, kini sistem memungkinkan peserta mendapatkan jadwal lebih spesifik berdasarkan rentang waktu per jam, sehingga pelayanan menjadi lebih tertib dan terdistribusi.

“Kalau dulu hanya memilih hari, sekarang peserta bisa mendapatkan jadwal, misalnya hari Senin pukul 10.00 sampai 11.00. Jadi sudah dibagi per jam, mulai dari pukul 08.00 hingga selesai jam layanan,” jelasnya.

Dengan sistem tersebut, peserta yang telah mendaftar akan memperoleh barcode setelah registrasi melalui Lapak Asik yang kemudian digunakan saat datang ke kantor untuk dipindai dan mendapatkan nomor antrean sesuai jadwal, sementara tingginya kunjungan di Kabupaten Bekasi yang bisa mencapai 280 antrean klaim per hari menjadi alasan utama penerapan sistem ini.

“Peserta mendaftar melalui link yang tersedia, mengisi data pribadi serta mengunggah dokumen seperti KTP. Output-nya berupa barcode, dan itu yang digunakan saat datang ke kantor untuk proses antrean. Kemarin dalam satu hari bisa sampai 280 antrean klaim. Ini menunjukkan tingkat okupansi yang sangat tinggi, sehingga perlu sistem yang lebih tertata,” ungkapnya.

Meski demikian, pada awal penerapan masih terjadi penumpukan antrean karena banyak peserta belum memahami mekanisme baru dan baru mendaftar setelah tiba di kantor, sehingga pihak BPJS melakukan sosialisasi kepada perusahaan agar pekerja yang akan klaim JHT sudah mengetahui prosedur sejak awal.

“Sekarang masih terlihat ramai karena banyak yang datang dulu baru daftar antrean. Ke depan, kami harap peserta sudah mendaftar dari rumah sesuai jadwalnya. Kami sudah kirim surat resmi ke perusahaan agar pekerja yang non-aktif bisa memahami mekanisme klaim dan antrean sejak awal. Jadi saat datang ke kantor, sudah sesuai jadwal yang ditentukan,” tambahnya.

Terkait efektivitas, sistem ini masih dalam tahap awal sehingga belum dapat diukur sepenuhnya, meski diharapkan akan lebih optimal ke depan, sementara kendala teknis seperti server sempat terjadi namun terus diperbaiki, dan dari sisi literasi digital masyarakat dinilai cukup siap meski sebagian kecil peserta masih dilayani manual. “Efektivitasnya belum bisa diukur sekarang karena masih tahap awal. Tapi ke depan, terutama mulai Mei, kami optimistis antrean akan lebih tertata. Memang sempat ada kendala server karena diakses bersamaan, tapi terus diperbaiki setiap hari oleh tim IT pusat.”

“Untuk pekerja penerima upah saya kira tidak ada masalah, karena literasi digitalnya sudah cukup baik. Namun untuk peserta bukan penerima upah, saat ini masih kami layani secara manual karena jumlahnya juga tidak terlalu besar,” tandasnya.

Reporter : Tata Jaelani

Editor : Fuad Fauzi

Berita Lainnya

Pendamping Sosial Pebayuran Buka Layanan Cek Bansos, Warga Kini Lebih Mudah Akses Informasi
SOSIAL   Apr 14, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
BPJS Ketenagakerjaan Cikarang Terapkan Antrean Online Terjadwal
SOSIAL   Apr 14, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Apresiasi PT Hankook, Salurkan CSR untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil
SOSIAL   Apr 2, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Buka Posko Mudik KNPI, Plt Bupati Asep Surya Atmaja Berbagi Takjil di Perbatasan Karawang-Bekasi
SOSIAL   Mar 18, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi dan PT Taspen Salurkan 100 Paket Sembako Ramadan untuk ASN
SOSIAL   Mar 12, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik