APLICARES
Aplikasi Pencarian Fasilitas Kesehatan


Nasional

Pesan Presiden di Hari Kesaktian Pancasila

Ratu Namira Yasmine | Minggu, 01 Oktober 2017 - 18:00:57 WIB | dibaca: 360 pembaca

Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (1/10) pukul 08.00 WIB memimpin upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negera Iriana tiba di Monumen Pancasila Sakti sekitar pukul 07.50 WIB dan langsung menuju ruang tunggu utama. Sebelumnya telah hadir juga Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla.

Persembahan lagu-lagu perjuangan oleh Aubade mengiringi kedatangan Presiden dan Wakil Presiden. 

Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla kemudian menuju mimbar upacara dengan berjalan kaki. Di lapangan upacara  terlihat pasukan upacara telah berbaris rapi.

Dalam upacara itu, Naskah Pancasila dibacakan oleh Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dibacakan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan.

residen Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, makna yang bisa diambil dari Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, pada Minggu, 1 Oktober 2017 ini adalah pertama, jangan sampai sejarah kelam kekejaman PKI itu terulang lagi. Kedua, pegang teguh Pancasila, jaga persatuan dan kesatuan.

“Jangan beri ruang kepada ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila. Apalagi memberi ruang pada PKI, tidak,” tegas Presiden Jokowi kepada wartawan usai memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Minggu (1/10) pagi.

Yang ketiga, lanjut Presiden, Ketiga, posisi pemerintah sangat jelas, pegang teguh TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966. Artinya apa? Komitmen kita, komitmen Presiden, komitmen pemerintah jelas, karena di TAP MPRS 25 Tahun 1966 jelas bahwa PKI itu dilarang.

“Jelas sekali, saya kira tidak perlu saya ulang-ulang,” ujar Presiden Jokowi.

Kepala Negara mengajak seluruh komponen bangsa, dan ia perintahkan juga kepada TNI/Polri serta seluruh lembaga-lembaga pemerintah untuk bersama-sama bersinergi membangun bangsa, membuat rakyat tenang dan tentram, dan bersatu padu menghadapi persaingan dan kompetisi global.

Mengenai soal rekonsiliasi sendiri, Presiden Jokowi yang mengaku sudah tiga kali menonton film “Pengkhianatan G30S/PKI”, termasuk yang terakhir di Markas Korem 061 Suryakencana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/9) malam, meminta agar hal itu ditanyakan kepada Menko Polhukam Wiranto.










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)