APLICARES
Aplikasi Pencarian Fasilitas Kesehatan


Daerah

Masyarkat

KELUHKAN SISTEM PENERIMAN SISWA BARU SECARA ONLINE DAN PEMBATASAN SISWA DALAM SATU KELAS.

Herli | Senin, 10 Juli 2017 - 10:23:30 WIB | dibaca: 574 pembaca

Masyarakat yang mengeluhkan sistem penerimaan siswa baru.

Tambun Selatan, bekasikab.go.id


Penerimaan Siswa Baru untuk Sekolah Dasar Negeri (SDN), Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dengan menggunakan sistem Penerimaan secara online (Internet-red). Menuai keluhan masyarakat.

Hal itu diungkapkan oleh Joko Dwi Hatmono, Wardoyo dan Dadan kepada bekasikab.go.id di rumah kediaman jurnalis bekasikab. Perumahan Sinar Kompas Utama (SKU), Tambun Selatan. Senin (10/7/2017).

Sistem penerimaan dengan sistem online menurut Dadan, yang akan mendaftarkan anaknya ke SMPN. Sangat merugikan. Karena saat dirinya mendaftar, sistem internet mengalami gangguan. Sehingga dirinya menunggu selama dua jam di warung internet (Warnet). 

" Setelah menunggu dua jam pun, tidak menampilkan data siswa yang mau mendaftar." Ujar Dadan.

Senada dengan Dadan, Wardoyo yang akan mendaftarkan anaknya ke SMAN. Mengeluhkan hal yang serupa. Selain jaringan internet yang tidak baik, sarana dan prasarana pendaftaran sangat tidak memadai.

"Masa untuk verifikasi hanya dilayani oleh dua komputer." Ujar Wardoyo. 

Seperti diketahui, sistem pendaftaran saat ini adalah orang tua siswa mendaftarkan terlebih dahulu dengan sistem online. Hasil pendaftaran tersebut dibawa ke sekolah untuk verifikasi. Itupun bukan berarti anak didik diterima, baru secara resmi mendaftar di sekolah yang dituju. Setelah melalui proses penjaringan dengan sistem NEM (Nilai Ebtanas Murni). Siswa yang nilainya lebih rendah secara otomatis tidak diterima disekolah yang dituju. Dan diarahkan mendaftar di sekolah pilihan kedua.

Lain halnya dengan Joko Dwi Hatmono. Yang menyayangkan terbitnya peraturan menteri pendidikan yang mengatur jumlah siswa dalam satu kelas.

" Memang, sepertinya hal itu akan mengoptimalkan siswa dalam proses belajar dan mengajar. Namun juga harus diperhatikan kepadatan penduduk dalam satu wilayah. Sepertinya Kabupaten Bekasi tidak harus mematuhi peraturan tersebut." Ujar Joko Dwi.

Menurut Joko Dwi, Kabupaten Bekasi memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Sehingga usia sekolah begitu banyak. Sedangkan jumlah sekolah negeri masih kurang. Sehingga daya tampung sekolah negeri tidak bisa menampung siswa yang mau sekolah.

Disinggung tentang adanya sekolah swasta yang bisa menampung. Joko Dwi mengatakan, "Tentunya ada perbedaan sekolah swasta dan negeri. Sekolah negeri di Kabupaten Bekasi sudah tidak ada bayaran. Dari SD, SMP dan SMA/SMK. Sedangkan swasta ada bayaran. Ini yang menjadi daya tarik orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya di sekolah negeri. Belum lagi dengan mutu pendidikan, walaupun sekolah swasta ada juga yang memiliki mutu yang baik."

"Pemerintah harus memikirkan siswa yang memiliki potensi, namun tidak diterima disekolah negeri karena adanya peraturan tersebut. Sementara penghidupan orang tua siswa menengah kebawah. Namun tidak masuk kategori pra sejahtera." Tegas Joko Dwi.










    Komentar Via Website : 4
    Obat Tradisional Abses Payudara
    11 Juli 2017 - 09:34:42 WIB
    Obat Tradisional Abses Payudara

    Terimakaksih informasinya, artikelnya sangat bermanfaat
    okok://tokoagaricpro.com/Asysyifâ-tradisional-ab ses-payudara/
    cara mengobati kudis
    11 Juli 2017 - 12:26:33 WIB
    terimakasih atas informasinya okoks://mysp.ac/3nSoG
    Obat bisul
    12 Juli 2017 - 10:20:31 WIB
    Obat bisul okok://bit.ly/2tLo91L Obat bisul
    obat batuk rejan di apotik
    13 Juli 2017 - 10:03:33 WIB
    terimakasih atas informasinya, okok://mysp.ac/3rHhh
    AwalKembali 1 LanjutAkhir


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)