APLICARES
Aplikasi Pencarian Fasilitas Kesehatan


Nasional

Jumlah Pengangguran Mencapai 7,04 Juta Orang

Yudhistira | Selasa, 07 November 2017 - 12:48:34 WIB | dibaca: 27 pembaca

Badan Pusat Statistik mencatat jumlah angkatan kerja pada Agustus 2017 sebanyak 128,06 juta orang, naik 2,62 juta orang dibanding Agustus 2016 (setahun yang lalu). Komponen pembentuk angkatan kerja adalah penduduk yang bekerja dan pengangguran. Pada Agustus 2017, sebanyak 121,02 juta orang penduduk bekerja dan sebanyak 7,04 juta orang menganggur. Dibanding setahun yang lalu, jumlah penduduk bekerja dan pengangguran masing masing bertambah 2,61 juta orang dan 10 ribu orang.


Sejalan dengan naiknya jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat. TPAK pada Agustus 2017 tercatat sebesar 66,67 persen, meningkat 0,33 poin dibanding setahun yang lalu. Kenaikan TPAK memberikan indikasi adanya kenaikan potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja.

Berdasarkan jenis kelamin, terdapat perbedaan TPAK antara laki-laki dan perempuan. Pada Agustus 2017, TPAK laki-laki sebesar 82,51 persen sementara TPAK perempuan hanya sebesar 50,89 persen. Dibandingkan dengan kondisi setahun yang lalu, baik TPAK laki-laki maupun perempuan mengalami kenaikan, masing-masing sebesar 0,54 poin dan 0,12 poin.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja. TPT pada Agustus 2016 sebesar 5,61 persen, turun menjadi 5,50 persen pada Agustus 2017.

Dilihat dari daerah tempat tinggalnya, TPT di perkotaan tercatat lebih tinggi dibanding di perdesaan. Pada Agustus 2017, TPT di perkotaan sebesar 6,79 persen, sedangkan TPT pada wilayah perdesaan sebesar 4,01 persen. Dibandingkan setahun yang lalu, TPT wilayah perdesaan mengalami penurunan (0,50 poin), sementara peningkatan terjadi pada perkotaan (0,19 poin).

Dilihat dari tingkat pendidikan pada Agustus 2017, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 11,41 persen. TPT tertinggi berikutnya terdapat pada Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 8,29 persen. 

Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada tingkat pendidikan SMK dan SMA.
Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dapat dilihat dari TPT SD ke bawah paling kecil diantara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 2,62 persen.

Dibandingkan kondisi setahun yang lalu, TPT mengalami peningkatan pada tingkat pendidikan diploma I/II/III, Universitas, dan SMK, sedangkan TPT pada tingkat pendidikan lainnya menurun.










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)