APLICARES
Aplikasi Pencarian Fasilitas Kesehatan


Hamkam

Guna meningkatkan Profesional,Modren dan Terpercaya

COFFE BREAK DENGAN KAPOLRI : GAUNGKAN PROMOTER

Edi YP | Jumat, 14 Oktober 2016 - 06:39:49 WIB | dibaca: 1014 pembaca

Bekasikab.go.id

Jakarta : Guna evaluasi 100 hari kerja Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian diadakan acara Coffe Break guna rehat sejenak sekaligus menjalin silaturahmi untuk menyegarkan kembali visi dan misi serta program unggulan yang sudah di canangkan Kapolri sejak di lantik Persident ,(13/10) di ruang Mabes Porli,Jakarta.

Kapolri  Jenderal Pol. Tito Karnavian sejak di lantik , langsung membuat gebrakan dengan menggaungkan motto : Promoter ( Profesional, Moderen, dan Terpercaya). Dengan motto ini, Tito hendak melanjutkan reformasi kultural di tubuh Polri.

“Dari Promoter, sepuluh program prioritas dan satu Quick Wins dibuat. Program-program itu adalah guna pemantapan reformasi internal Polri, peningkatan pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dan berbasis IT.

Lanjut,Penanganan kelompok radikal atau prokekerasan dan intoleransi yang lebih optimal, peningkatan profesionalisme Polri menuju keunggulan, peningkatan kesejahteraan anggota Polri,tata kelola kelembagaan melalui pemenuhan proporsionalitas anggaran dan kebutuhan Min Sarpras, pembangunan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kamtibmas, penguatan harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), penegakan hukum yang lebih profesional dan berkeadilan, penguatan pengawasan, serta Quick Wins Polri.

Kapolri menegaskan bahwa tenggang waktu ditetapkan telah dijadwalkan akan dilaksanakan dalam tiga tahap waktu. Tahap I berada di 100 hari pertama. Tahap II November 2016-Desember 2019. Tahap III Januari 2020-Desember 2021.

Kini, Tito Karnavian telah sampai pada akhir tahap pertamanya. Berbagai pertanyaan pun mengemuka,bagaimana perjalanan Tito Karnavian mengawal Promoter sebagai visi Kapolri? Apa sajakah tantangan-tantangan yang menghadangnya? Strategi apakah yang disiapkan Kapolri untuk mengantisipasi berbagai tantangan tersebut?

"Arah yang dituju selama proses kepemimpinan saya merupakan amanah dari kepemimpinan Negara sekaligus proses politik dan tanggugjawab saya sebagai pimimpin di intitusi Polri," ujar Kapolri Jend Pol. Tito Karnavian.

Kapolri dalam pernyataannya juga menegaskan,bahwa Polri sebagai salah satu Kementrian lembaga terbesar yang memiliki 430 Ribu personil dengan jumlah 33 Polda, 500 Polres serta 5000 Polsek seluruh Indonesia, merupakan intitusi ke dua setelah TNI harus mengemban amanah yang benar.

"Polri tak sekedar sebuah intitusi, melainkankan lebih dari itu. Tidak hanya mengamankan kamtibmas, tetapi lebih harus memiliki pengaruh penting dalam sosial politik Bangsa," ucapnya.

Karena itu Kapolri memutuskan untuk merumuskan sejumlah paket kebijakan dalam rangka pembangunan di tubuh Polri. Dan  itu paket pertama tersebut adalah yang dalam bentuk slogan Promoter.  Profesional, Modern dan Terpercaya.

Menanggapi pernyataan Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian, Direktur Program Imparsial mengatakan bersamaan pertemuan tersebut di Mabes Polri selasa (11/10). Setiap negara sama. Polisi itu dianggap buruk. Karena itu polisi harus memiliki blue print yang jelas.

"Intinya polisi jangan tinggalkan masyarakat karena peran masyarakat sangat penting," ujar Al Araf.( edi yp )

 

 

 










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)