Sabtu, 15 Agustus 2026

5 Juta Liter Air Bersih Telah Didistribusikan, Sekda Endin : Sumur Satelit Solusi Atasi Kekeringan

PEMERINTAHAN   Aug 14, 2026  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 164 Kali


id13471_Compress_20260814_134623_3254.jpg
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan air bersih untuk warga Kampung Cihanjuang, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Sabtu (18/07/2026). Foto : Arif Tiarno / Newsroom Diskominfosantik

CIBARUSAH - Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin mengatakan, pembuatan sumur satelit di setiap desa yang mengalami krisis air bersih menjadi salah satu solusi untuk mengurangi persoalan kekeringan.

Endin berharap pembangunan sumur satelit dapat diperluas secara bertahap ke desa-desa yang mengalami kekurangan air bersih.

Hal itu disampaikan Endin Samsudin, saat menghadiri peresmian Jembatan Perintis Garuda dan sarana sumber air bersih oleh KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kamis (13/8/2026).

"Kalau setiap desa yang wilayahnya kekurangan air paling tidak memiliki satu sumur satelit, ini bisa menjadi solusi permanen dan persoalan kekeringan sedikit demi sedikit bisa kita atasi," ujarnya.

Endin mengatakan, sejauh ini pemerintah daerah terus membantu warga terdampak kekeringan melalui distribusi air bersih menggunakan tangki. Namun penyediaan sumber air secara permanen dinilai menjadi solusi yang lebih berkelanjutan.

"Kalau sekarang yang bisa kita lakukan masih distribusi air bersih menggunakan tangki, masyarakat juga sudah terbiasa menyiapkan galon, ember dan sebagainya. Dengan adanya sumur satelit, kami berharap ke depan tidak ada lagi antrean seperti itu," tuturnya.

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, hingga Kamis (13/8/2026) pukul 22.00 WIB, kekeringan meluas di 172 titik lokasi yang tersebar di 32 desa di 11 kecamatan.

Krisis air bersih di Kabupaten Bekasi berdampak terhadap 18.801 kepala keluarga (KK) atau sekitar 57.639 jiwa. Kekeringan juga berdampak terhadap 1.827 hektare lahan pertanian di 45 desa di 15 kecamatan.

Dampak kekeringan terparah berada di wilayah Selatan Kabupaten Bekasi, terutama di Kecamatan Cibarusah (53 titik) dan Kecamatan Bojongmangu (42 titik). Kemudian Serang Baru (36 titik), Cikarang Selatan (7 titik) dan Cikarang Pusat (1 titik).

Selain itu krisis air bersih juga terjadi di wilayah utara Kabupaten Bekasi, yakni Kecamatan Babelan (10 titik), Tarumajaya (2 titik), Sukatani (8 titik), Pebayuran (9 titik), Sukawangi (1 titik) dan Cabangbungin (1 titik).

BPBD mencatat hingga Kamis (13/8/2026), Pemkab Bekasi bersama stakeholder, kalangan dunia usaha, yayasan dan komunitas telah menyalurkan sedikitnya 5.095.300 liter air untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.

Reporter : Suganda

Editor : Yus Ismail

Berita Lainnya

Ini Dia Pesan KDM pada Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi
PEMERINTAHAN   Aug 15, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
KDM Gagas 5 Desa di Cibarusah dan Bojongmangu Ditata dengan Karakter Sunda
PEMERINTAHAN   Aug 15, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Tasyakuran Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi, Plt Bupati Ingin Pembangunan Makin Merata
PEMERINTAHAN   Aug 15, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Bekasi, Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga Jatimulya
PEMERINTAHAN   Aug 15, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
50 Paskibraka Kabupaten Bekasi Siap Kibarkan Sang Merah Putih di Upacara HUT ke-81 RI
PEMERINTAHAN   Aug 15, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik